Genjot Vokasi Jateng, Ganjar Belajar dari Jerman & China

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
15 December 2020 11:28
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan langkah-langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menggenjot vokasi. Langkah-langkah itu dipaparkan Ganjar dalam Webinar Nasional: Vokasi dan Kekuatan Ekonomi Daerah yang disiarkan CNBC Indonesia TV, Selasa (15/12/2020).

Ganjar mengaku belajar dari sejumlah negara dalam meningkatkan vokasi antara lain Jerman dan China.

Khusus untuk Jerman, Ganjar berbicara dengan Dubes RI untuk Jerman, yakni Ari Havas. Jerman sudah lama dikenal memiliki vokasi yang maju.
"Industrinya kerja sama dengan SMK," ujar Ganjar menirukan perbincangan dengan Ari Havas.

Beberapa organisasi di Jerman, menurut dia, bersedia membantu pengembangan vokasi di Indonesia. Akan tetapi, mereka meminta Indonesia memperbaiki kurikulum hingga tempat praktik.

Sementara untuk China, Ganjar mengungkapkan sudah ada kerja sama antara Jateng dengan Provinsi Fujian di China. Di sana, SMK sudah sedemikian maju.

"Kita saling bertukar untuk magang," kata Ganjar.

Ia pun menyebut telah berkomunikasi dengan Kawasan Industri di Kendal. Kawasan industri itu lantas bekerja sama dengan SMK-SMK di Jateng.




"Saya sempat tawarkan kepada dunia industri, perusahaan anda ini butuh tenaga kerja spek-nya seperti apa, kalau perlu anda order ke kami kurikulumnya seperti apa, keterampilan gurunya seperti apa, dan Anda ikut memulai. Sampai hari ini kita belum mendapatkan respons," ujar Ganjar.

"Jadi kalau ada masukan seperti itu kita senang, Mungkin dengan Apindo, Kadin, asosiasi kawasan industri, kami senang banget. Matching proses yang harus dilakukan supaya tidak terjadi gap," lanjutnya.

Politikus PDIP itu pun berharap ke depan industri jangan sampai berbicara tenaga kerja tidak kompeten.

"Nah dari sisi sebaliknya saya sudah belajar ngos-ngosan tapi nggak pernah diterima. Jadi jangan-jangan kurikulumnya nggak pas, jangan-jangan industri maunya mereka yang baru lulus langsung bisa bekerja. Sudah kenal mesin, sudah kenal proses kerja," kata Ganjar.

"Ini proses yang saya lihat anak SMK di Fujuan waktu dulu langsung kerja sama dengan perusahaan mobil besar eropa. Sekolahnya juga ada logo mobil Eropa itu, sehingga pekerjaannya cuma itu aja sehingga saya tawarkan di-ijon anak SMK. Silakan dites di awal, maka dia saat belajar termasuk on the job training selama tiga tahun. Ini uji coba kita di kawasan industri Kendal," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading