Naik Terus! Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp 5.900 T

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 December 2020 10:21
Ilustrasi Dollar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Per akhir Oktober 2020, Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) sebesar US$ 413,4 miliar. Ini setara dengan Rp 5.858,29 triliun dengan asumsi US$ 1 setara Rp 14.171 sesuai kurs tengah BI tertanggal 15 Desember 2020.

"ULN terdiri dari sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar US$ 202,6 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 210,8 miliar. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir Oktober 2020 tercatat sebesar 3,3% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,8% (yoy), terutama dipengaruhi oleh perlambatan ULN Pemerintah," sebut keterangan tertulis BI yang dirilis Selasa (15/12/2020).

Pada Oktober 2020, ULN Pemerintah tercatat sebesar US$ 199,8 miliar atau tumbuh 0,3% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan September 2020 sebesar 1,6% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri Pemerintah di tengah kembalinya aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan persepsi positif investor yang tetap terjaga terhadap prospek perbaikan perekonomian domestik.


"ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas termasuk untuk menangani pandemi covid-19 dan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang diantaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,5%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,4%)," lanjut keterangan BI.

Sementara pertumbuhan ULN swasta pada akhir Oktober 2020 tercatat 6,4% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,1% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) sebesar 0,1% (yoy), setelah mencatat kontraksi 0,9% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) relatif stabil sebesar 8,3% (yoy). Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,4% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

"Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Oktober 2020 sebesar 38,8%, meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,1%. Sementara itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN," tulis keterangan BI.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading