Dihantam Pandemi, BUMN Ferry Ini Ngaku Masih Dapat Untung

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
14 December 2020 15:32
Kunjungan kerja ke PT. ASDP (Persero) Sorong,  Kepala BPH Migas Dorong Penggunaan LNG untuk Kapal. (Dok.Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - BUMN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis masih mencatatkan laba pada 2010. Namun, laba tahun ini akan mengalami penurunan sekitar 40% dari tahun sebelumnya, akibat pandemi Covid - 19.

Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi menyatakan pandemi sangat berakibat buruk pada kegiatan ekonomi, terkait bisnisnya industri pariwisata yang berhubungan langsung dengan jasa transportasi berimbas negatif terhadap pendapatan perusahaannya.

"Kalaupun pendapatan kita nol pada tahun ini perusahaan masih bisa bertahan selama delapan bulan ke depan, tapi kian kita tidak nol masih ada pendapatan. Tahun depan juga kita optimistis masih bisa laba," katanya, Senin (14/12).


Sektor logistik yang menjadi penopang keuntungan persero. Ira menjelaskan penurunan yang terjadi pada sektor logistik hanya 11% paling sedikit dibandingkan sektor angkutan penumpang dan lainnya turun 40 - 60%. Jadi sejalan dengan instruksi presiden untuk menjaga logistik kebutuhan masyarakat sehingga logistik perkapalan juga masih terbantu.

Ira menambahkan strategi yang dilakukan untuk menjaga kinerja bisnis perusahaannya mulai melakukan prioritas investasi, sehingga jumlah investasi pada tahun ini berkurang. Kedua fokus investasi pada hal yang menghasilkan dan cepat, Serta efisiensi di segala bidang dan inovasi bisnis.

Jelang akhir tahun ini PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi angkutan Nataru akan mengalami penurunan penumpang sebanyak 2.,178 juta orang. Sementara kendaraan roda dua turun 38% menjadi 152.920 dan roda empat turun 21% menjadi 449.464. Untuk penjualan tiket pada bulan Desember ini juga baru 10% dari angka prediksi penumpang tahun ini.

"Untuk penjualan tiket online baru 10 persen dari pengguna jasa, mungkin masih melihat kebijakan umum pada saat nataru dan kondisi saat ini," katanya.

Dia mengatakan dalam beberapa hari ke depan akan pengumuman dari Satuan Tugas Covid -19 yang saat ini aturannya sedang digodok oleh kementerian terkait. Nantinya dari aturan tiap daerah itu akan menentukan jumlah penumpang yang akan bepergian.

Ira mengatakan untuk tahun depan pihaknya optimis dengan adanya vaksin Covid -19 dapat mendorong industri pariwisata yang juga berimbas pada bisnisnya. Tapi prediksinya pada 2024 mendatang perusahaannya baru bisa kembali membukukan laba seperti sebelum pandemi.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading