Aduh! BUMN Mulai Sulit Cari Utangan, Gimana Nih?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
02 December 2020 15:42
Foto udara aerial proyek jalan tol dalam kota Kelapa Gading-Pulo Gebang, Senin (16/11/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Berdasarkan data Bank Indonesia, utang luar negeri (ULN) BUMN mencapai US$ 58 miliar atau setara Rp 846,8 triliun dengan kurs Rp 14.600 per dollar AS per September 2020.

Pangsa ULN BUMN saat ini mencapai 27,9% dari total ULN seluruh korporasi yang ada di Indonesia. Riset CNBC Indonesia mencatat, meskipun proporsinya berada di bawah 30%, tetapi pertumbuhan ULN BUMN konsisten berada dalam tren naik. Posisi ULN bulan September tumbuh dengan digit ganda dan mencatatkan kenaikan sebesar 17% (yoy).

Namun apabila dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya yaitu bulan Agustus ULN BUMN justru mencatatkan penurunan sebesar 0,88% (mom) atau turun US$ 1,84 miliar.

Sektor perusahaan non-lembaga keuangan menjadi penyumbang terbesar ULN BUMN baik dilihat dari segi nominal maupun pertumbuhannya. Kini ULN korporasi pelat merah Tanah Air sudah hampir menyentuh 10% dari total asetnya.

Sementara itu, mengacu data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), terdapat beberapa BUMN yang surat utangnya akan jatuh tempo pada November ini.

CNBC Indonesia mencatat, sampai periode November 2020, terdapat 14 surat utang dari 9 BUMN dengan nilai pokok obligasi yang jatuh tempo sebesar Rp 10,16 triliun.

Dari jumlah tersebut beberapa BUMN yang menerbitkan surat utang bervariasi, mulai dari BUMN yang bergerak di sektor properti, perbankan, infrastruktur hingga perusahaan di industri pertahanan.

Misalnya saja, PT PP Properti Tbk (PPRO), menerbitkan MTN IX dan X milik perseroan senilai Rp 213 miliar dan 200 miliar. MTN V Tahun 2017 PT Wika Realty juga jatuh tempo 8 November dengan nilai pokok Rp 250 miliar.

Tidak hanya itu, obligasi PT Pupuk Indonesia senilai Rp 2,60 triliun juga jatuh tempo 9 November. Dua obligasi yang diterbitkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) masing-masing Rp 654 miliar dan Rp 4,45 triliun jatuh tempo pada 10 November dan 15 November.

BUMN lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2019 Seri A dengan nilai pokok Rp 737,85 miliar dan jatuh tempo 17 November.

Sementara itu, terdapat 3 obligasi milik PT Pindad (Persero) yang jatuh tempo dengan nilai pokok sebesar Rp 482 miliar.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading