ENERGY REVIEW

Energi Terbarukan Bakal Bunuh Energi Fosil? Maaf, Cuma Ilusi

News - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
01 December 2020 13:36
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (CNBC Indonesia/ Andrean Krtistianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Energi terbarukan saat ini kian dilirik untuk menggantikan energi berbasis fosil yang kelak bakal habis. Namun benarkah energi terbarukan bakal menggusur energi fosil karena lebih unggul secara ekonomis dan ekologis? Belum tentu.

Penggunaan energi terbarukan memang terus bertumbuh seiring dengan nilai keekonomiannya yang terus meningkat, sebaliknya penggunaan energi fosil menurun menyusul pengurangan emisi gas karbon sebagaimana digariskan dalam Kesepakatan Paris mengenai perubahan iklim.

Menurut Renewable Energy Institute, penggunaan energi fosil untuk listrik tahun lalu turun 156 terawatt hours (TWh) dari posisi pada tahun 2018. Sebaliknya, penggunaan energi terbarukan naik 297 TWh, atau lebih tinggi dari tambahan total pembangkitan listrik yang sebesar 233 Twh.


"Ini adalah dorongan keekonomian mengingat listrik dari energi terbarukan yang lebih murah berhasil mengalahkan pembangkit listrik fosil dan nuklir," tutur Tomas Kaberger, Kepala Dewan Eksekutif Renewable Energy Institute sebagaimana dikutip Reuters.

qSumber: Refinitiv

Penurunan pembangkitan listrik berbasis energi fosil pada 2019 itu merupakan yang kedua kali terjadi dalam sejarah, menurut BP's Statistical Review of World Energy. Penurunan pertama terjadi pada 2009 akibat krisis finansial global yang memicu melambatnya pertumbuhan produksi listrik global.

Bertumbuhnya industri pembangkitan listrik berbasis energi terbarukan menjadi pemicunya, terutama di tengah gencarnya kampanye untuk meninggalkan energi fosil, khususnya batu bara. Beberapa negara mulai beralih ke energi terbarukan sesuai komitmen Paris Agreement.

Di Amerika Serikat (AS), sudah ada penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara, dengan kapasitas mencapai 15,3 gigawatts (GW) pada 2019 saja. Pembangkitan listrik dari batu bara di India juga turun, menjadi penurunan pertama dalam 1 dekade terakhir.

Meski tren penggunaan energi terbarukan meningkat dengan pesat, tetapi porsinya masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total konsumsi energi. Di AS, misalnya, sumber energi utama masih didominasi energi fosil, sebesar 80,2%. Porsi energi terbarukan hanya 11,5%.

wSumber: Pew

Kaberger menilai pertumbuhan penggunaan energi terbarukan terjadi karena meningkatnya penggunaan mobil listrik, yang mendapatkan daya listrik dari sumber energi terbarukan. Benarkah demikian? Tidak ada uraian lebih jauh mengenai itu.

Namun jika bicara jaringan listrik (grid), sulit menentukan sejauh mana mobil listrik mendapat daya dari sumber terbarukan dan bukan dari fosil. Pasalnya, mayoritas produksi listrik berasal dari energi fosil dan energi terbarukan yang saling bercampur.  Tak ada yang bisa mengubah itu, karena terkendala satu hal: baterai.

Baterai, Kendala Terbesar Energi Terbarukan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading