Sepinya Tol Trans Sumatera, Rawan Begal & Truk Ugal-ugalan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
27 November 2020 09:26
Tol Trans Sumatera (dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lalu lintas Tol Trans Sumatera yang masih relatif sepi rawan dinilai mengundang aksi kejahatan. Sejumlah tindak kriminal seperti begal dan pelanggaran tata tertib kerap terjadi.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan pihaknya pernah melakukan pantauan lapangan soal kondisi Tol Trans Sumatera.

Ia bilang memang ada beberapa zona yang relatif lebih rawan dari kejahatan. Artinya tak semua ruas Tol Trans Sumatera rawan dengan kejahatan meski relatif masih sepi.


"Jadi itu hanya di ruas yang selatan saja, yang utara tidak. Di selatan ada dua wilayah yang rawan sekitar Mesuji dan Kayu Agung di daerah rawa-rawa, zona merah lah," kata Djoko kepada CNBC Indonesia Kamis (26/11).

Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Bakauheni - Tol Terbanggi Besar (Dok. Hutama Karya)Foto: Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Bakauheni - Tol Terbanggi Besar (Dok. Hutama Karya)
Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Bakauheni - Tol Terbanggi Besar (Dok. Hutama Karya)

Ia mengatakan ruas yang dianggap rawan itu memang relatif jauh dari Mesuji dan Kayu Agung, namun beberapa kejadian tindak kejahatan pernah terjadi di area sana.

"Tapi yang namanya orang nekat, rampok mencegat kendaraan, korbannya truk-truk yang lagi istirahat, ada yang menyerang. Ada yang bawa mobil juga rampoknya, modal juga mereka," katanya.

Beberapa kejadian tindak kejahatan pembegalan kendaraan pernah terjadi di sana. Namun, sebaliknya di ruas lain atau sisi utara tak ada persoalan.

"Ini memang masalah sosial di sana, sebagai pembanding tol di Kalimantan juga sepi, tapi malah aman," kata Djoko.

Djoko mengatakan memang ada aspek masalah sosial di kawasan itu, tapi ada hal lain yang perlu dibenahi terutama soal pelayanan tol, antara lain soal ketentuan Standar Pelayanan Minimum (SPM) soal lampu penerangan jalan yang harus diubah. Selama ini SPM soal penerangan jalan tol memang tak diwajibkan untuk ruas tol antar kota, hanya berlaku di kota saja.

"Pengalaman saya dari Terbanggi Besar -Kayu Agung sampai 87 Km tanpa lampu, kalau berkendara sendirian serem juga," katanya.

Namun, ia mengakui pihak pengelola yaitu PT Hutama Karya melakukan penangan yang cepat bila terjadi insiden kejahatan di ruas tol. Ia mengimbau para pengendara segera melapor bila pernah mengalami kondisi soal masalah keamanan.

NEXT>>Kenapa Tol Trans Sumatera bisa sepi?

Kenapa Tol Trans Sumatera Bisa Sepi?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading