Luar Biasa! Ekspor Batu Bara RI ke China Naik 2x Lipat

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
26 November 2020 19:35
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - China masih menjadi pasar utama ekspor batu bara Indonesia. Bahkan, dalam lima tahun terakhir ekspor batu bara Indonesia ke China melonjak dua kali lipat menjadi 130 juta ton pada 2019 dari 75 juta ton pada 2015 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia saat wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya rata-rata kenaikan ekspor batu bara ke China ini mencapai sekitar 13,3% per tahun.


"Rata-rata kenaikan ekspornya setiap tahun sekitar 13,3%, ini luar biasa sekali," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/11/2020).

Dengan melihat tren tersebut dan usai ditandatanganinya kesepakatan pembelian batu bara dari perusahaan di China, maka pihaknya optimis tahun depan ekspor batu bara Indonesia ke China bisa mencapai 200 juta ton.

"Kita memang terlalu optimis, tapi kita berharap bisa ada kenaikan dari 130 juta ton ekspor ke China pada 2019, mudah-mudahan 2021 bisa mencapai 200 juta ton," lanjutnya.

APBIĀ kemarin, Rabu (25/11/2020) baru saja menandatangani kesepakatan kerja sama dengan China Coal Transportation and Distribution Association (CCTDA) untuk meningkatkan ekspor batu bara dari Indonesia ke China senilai US$ 1,46 miliar atau sekitar Rp 20,6 triliun.

Menurutnya, jumlah yang telah disepakati dalam perjanjian ini adalah jumlah yang disepakati oleh perusahaan yang hadir di dalam penandatanganan saja, sehingga nilai riilnya ke depan akan lebih besar dari itu.

Kesepakatan kerja sama ini menurutnya akan berlaku selama tiga tahun dan setiap tahunya akan dikaji ulang.

"Kita lihat di 2019 sendiri impor Tiongkok terhadap batu bara Indonesia itu melebihi US$ 6 miliar. Ini sebagian kecil saja yang hadir kemarin sepakat US$ 1,46 miliar, tapi itu bagian dari kesepakatan kita untuk menuju 200 juta ton," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan hubungan antara Indonesia dengan China ini sangat penting karena ekspornya dari Indonesia mencapai 32%-33% dalam beberapa tahun terakhir. Lalu, pada 2019 sebesar 49% impor batu bara China berasal dari Indonesia.

"Memorandum of Understanding (MoU) ini didorong karena keprihatinan menurunnya permintaan dari Tiongkok ya. Dan juga kami khawatir Tiongkok memperketat kuota impornya. MoU kita dorong agar pemerintah Tiongkok memberikan prioritas pada batu bara Indonesia dan memberikan relaksasi lagi," jelasnya.

Target Ekspor Batu Bara ke China Capai 200 Juta Ton di 2021  (CNBC Indonesia TV)Foto: Target Ekspor Batu Bara ke China Capai 200 Juta Ton di 2021 (CNBC Indonesia TV)
Target Ekspor Batu Bara ke China Capai 200 Juta Ton di 2021 (CNBC Indonesia TV)

Sebelumnya, Duta Besar Berkuasa Penuh Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang mengikuti kegiatan penandatanganan kerja sama ini dari Provinsi Hainan Tiongkok menjelaskan bahwa berdasarkan data Kepabeanan China, total ekspor Indonesia ke China untuk produk batu bara, khususnya HS 2702, HS 2701 dan HS 2704, untuk periode Januari-September 2020 mencapai US$ 4,9 miliar, menurun dibandingkan dengan total ekspor dalam periode yang sama 2019 yang sebesar US$ 5,8 miliar.

Berdasarkan data Refinitiv, China mengimpor batu bara dari Indonesia selama Januari hingga Oktober 2020 sebesar 86,88 juta ton, turun 24,5% dari 115,03 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Bila produsen batu bara RI menargetkan tahun depan bisa mendekati 200 juta ton, ini berarti terjadi peningkatan ekspor batu bara ke China hingga dua kali lipat.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading