Internasional

Ada Apa Nih? Raja Thailand Mau Diusir dari Jerman

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
24 November 2020 09:48
King Maha Vajiralongkorn and Queen Suthida greet supporters in Bangkok, Thailand, Sunday, Nov. 1, 2020. Under increasing pressure from protesters demanding reforms to the monarchy, Thailand's king and queen met Sunday with thousands of adoring supporters in Bangkok, mixing with citizens in the street after attending a religious ceremony inside the Grand Palace. (AP Photo/Wason Wanichakorn)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jerman mengancam akan mengusir Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. Ini dilakukan apabila ia terbukti memerintah dari villa pribadinya di Bavaria dan meninggalkan negaranya yang tengah dilanda demo terus menerus.

Dikutip dari Deutsche Welle Selasa (24/11/2020), Parlemen Jerman mengatakan bahwa Raja Maha memang menikmati kekebalan diplomatik selama masa tinggalnya di negeri itu. Tetapi Jerman tetap memiliki kekuatan untuk mengusirnya.




Ancaman pengusiran ini sebelumnya diutarakan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. Ia telah memperingatkan Raja Maha untuk tidak memerintah negaranya dari Jerman di tengah protes.

"Kami telah menjelaskan bahwa kebijakan yang mempengaruhi negara Thailand tidak dilakukan dari tanah Jerman," kata Maas awal Oktober.



Raja Maha dilaporkan sudah beberapa waktu ini menghabiskan waktunya di villa mewah di negara bagian selatan Jerman, Bavaria. Namun pada Oktober lalu akhirnya raja terkaya di dunia itu kembali ke negeri gajah putih.

Parlemen Jerman ingin agar sang raja tidak diizinkan untuk kembali ke Negara Rottweiler. Namun kelihatannya hal itu sulit terjadi, mengingat ia memiliki kekebalan diplomatik dan merupakan lambang negara Thailand itu sendiri.

Sementara itu, kerusuhan sempat pecah di Thailand pekan lalu dan melukai 40 orang. Sebanyak lima pendemo bahkan terkena peluru polisi.

Melansir Bangkok Post, ini merupakan kerusuhan 'berdarah' pertama yang terjadi antara pendemo dan kepolisian. "Ini sangat brutal," kata seorang pendemo berasal dari organisasi FreeYouth, bernama Oh.

Demo Thailand menuntut Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengundurkan diri dan pembatasan kekuasaan Raja Maha. Protes sudah berlangsung sejak Juli 2020.




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading