Internasional

Alert! Fasilitas Minyak Saudi Aramco Diserang Rudal

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 November 2020 14:07
In this photo released Tuesday, July 28, 2020, by Sepahnews, missiles are fired in a Revolutionary Guard military exercise. Iran's paramilitary Revolutionary Guard fired a missile from a helicopter targeting the mock-up aircraft carrier in the strategic Strait of Hormuz. That's according to footage aired on state television on Tuesday. Iranian commandos also fast-roped down from a helicopter onto the replica in the footage from the exercise called

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengumumkan telah menembakkan rudal ke stasiun distribusi yang dioperasikan oleh BUMN minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, Senin (23/11/2020).

Stasiun ini berada di pinggiran Jeddah.Seorang juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengatakan serangan itu dilakukan dengan rudal bersayap tipe Quds-2. Dia juga memosting gambar satelit dengan label 'pabrik Jeddah Utara-Saudi Aramco' di mana gambar tersebut juga dikatakan cocok dengan Google Maps.


"Serangan itu sangat akurat, dan ambulans serta mobil pemadam kebakaran melesat ke sasaran," kata Sarea, dikutip dari Reuters.

Belum ada konfirmasi langsung dari Saudi atas klaim tersebut. Fasilitas produksi dan ekspor minyak Aramco sebagian besar berada di Provinsi Timur Saudi, lebih dari 1.000 km di seluruh negeri dari Jeddah.

Yaman terperosok dalam konflik sejak koalisi pimpinan Saudi turun tangan pada Maret 2015. Saudi dan sekutu mengamankan pemerintahan yang digulingkan oleh pasukan Houthi pada akhir 2014.

Serangan lintas batas oleh pasukan Houthi meningkat sejak akhir Mei, ketika gencatan senjata yang dipicu oleh pandemi virus corona (Covid-19) baru berakhir. Koalisi yang dipimpin Saudi telah menanggapi dengan serangan udara di wilayah yang dikuasai Houthi.

Kelompok Houthi menguasai sebagian besar Yaman utara dan sebagian besar wilayah perkotaan besar. Mereka mengatakan bahwa mereka melawan sistem yang korup.

Sarea mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Meski belum ada konfirmasi langsung, Saudi memperingatkan perusahaan asing dan penduduk di Saudi untuk berhati-hati karena 'operasi akan terus berlanjut'.

Houthi sendiri kerap diidentikan Saudi dengan milisi yang didukung Iran. September 2019 lalu, Houthi juga menyerang dua fasilitas minyak Aramco yang membuat gangguan pada pemenuhan minyak global.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading