Erick: Saya Tak Mau Lagi BUMN Buat Universitas-Universitas!

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
19 November 2020 18:00
Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan keberadaan perguruan tinggi yang dimiliki perusahaan pelat merah atau BUMN. Ia tak mau lagi ada perusahaan BUMN bikin universitas sendiri.

Erick menjelaskan pentingnya kolaborasi antara BUMN dengan privat sector alias swasta. Kerja sama ini bisa dibangun sejak pada pengembangan Research and Development (R&D) yang menjadi basis awal pengembangan bisnis sebelum berlanjut ke komersialisasi.

"Satu bagaimana R&D itu harus menjadi basis yang penting dalam arti pengembangan daripada produk itu sendiri. Kedua, kunci yang tidak kalah pentingnya adalah komersialisasinya," kata Erick dalam acara Jakarta Food and Security Summit ke-5 Tahun 2020 yang berlangsung pada Kamis (19/11/2020).


Ia bilang Kementerian BUMN melakukan 2 hal secara bersamaan. Pertama adalah mengenai kolaborasi dengan kampus-kampus non-BUMN pada R&D tadi.

"Bahwa kita tidak mau lagi para BUMN ini selalu membuat universitas-universitas. Tapi bagaimana semua R&D-nya dibalikkan kembali ke universitas. BUMN mendukung komersialisasi yang ada di universitas tersebut," katanya.

Dia memberikan contoh, saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan IPB. Ia tak merinci kerja sama yang dimaksud, namun dikatakan bisa terealisasi dalam 1-2 bulan ini terjadi.

"Sehingga biar R&D di universitas, kita yang komersialisasinya," kata Erick.

Selanjutnya, dalam melakukan komersialisasi juga ia tidak bisa menutup mata bahwa BUMN punya keterbatasan, karena itu peran partnership bersama swasta bisa dikembangkan.

"Contoh saja misalnya banyak sekali potensi lahan yang ada di Kementerian BUMN. Kita sedang mapping, mana lahan-lahan atau mana jenis pangan yang memang kapabilitasnya tidak baik. Jadi memang kelasnya belum di situlah. Tetapi kalau yang kita kuat, it's okay. Tetapi kalau yang memang tidak maksimal, kenapa kita tidak maksimalkan dengan private sector," katanya.

"Tidak hanya dari segi produksi, yang penting bagaimana market-nya pun bisa dipastikan. Karena kalau hanya produksi, tapi market-nya tidak terserap ya percuma," lanjut Erick.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Erick Thohir: Saya Tidak Mau Ada Raja-Raja Kecil di BUMN!


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading