Neraca Dagang RI di Oktober Memang Surplus, tapi Impor Anjlok

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
17 November 2020 09:29
FILE PHOTO: A van carrier transports a container at the container terminal

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2020 membukukan surplus yang besar, di atas US$ 3 miliar. Ini disebabkan impor yang anjlok sangat dalam.

Pada Senin (16/11/2020), Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor sebesar US$ 14,39 miliar sementara impor adalah US$ 10,78 miliar. Artinya, neraca perdagangan mencatatkan surplus US$ 3,61 miliar.

Nilai impor ini turun tajam 26,93% dibandingkan Oktober 2019 yang tercatat US$ 14,76 miliar. Sedangkan dibandingkan dengan bulan September lalu turun 6,79% yang tercatat sebesar US$ 11,57 miliar.


BPS mencatat, semua komponen impor pada Oktober lalu mengalami penurunan seperti konsumsi yang turun 27,88% menjadi US$ 1,03 miliar dibandingkan Oktober 2019.

Kemudian, ada juga impor bahan baku yang tercatat sebesar US$ 7,9 miliar dan turun 27,4% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Selanjutnya, impor barang modal juga turun 24,24% atau tercatat US$ 1,85 miliar dibandingkan tahun lalu.

Untuk nilai ekspor yang sebesar US$ 14,39 miliar pada Oktober tercatat turun 3,29% dari Oktober 2019 yang tercatat US$ 14,88 miliar. Sedangkan dibandingkan September 2020 naik 3,09% dari US$ 13,96 miliar.

Ekspor tersebut terdiri dari migas yakni US$ 0,63 miliar atau secara year on year turun 26,89% dan ekspor pertanian US$ 0,42 miliar naik 23,8% di 2020.

Kemudian ekspor industri pengolahan US$ 11,79 miliar atau naik 3,86% dan ekspor pertambangan US$ 1,55 miliar atau anjlok 33,31%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading