Internasional

Trump Terus Tunda Transisi, Biden: Bakal Banyak Orang Mati

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 November 2020 07:50
President-elect Joe Biden speaks, Saturday, Nov. 7, 2020, in Wilmington, Del. (AP Photo/Andrew Harnik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joseph Robinette Biden Jr. atauĀ Joe Biden mengatakan akan ada lebih banyak orang yang meninggal akibat virus corona (Covid-19) jika pemerintahan Donald Trump terus menunda transisi dengan timnya.

"Jika kami harus menunggu hingga 20 Januari untuk memulai perencanaan, itu akan membuat kami tertinggal lebih dari satu setengah bulan. Jadi, ini penting dilakukan, ada koordinasi sekarang," kata Biden dalam jumpa pers pada Senin (16/11/2020), dikutip dari CNBC International.




"Lebih banyak orang mungkin mati jika kita tidak berkoordinasi. Bagaimana kita mendapatkan lebih dari 300 juta orang Amerika divaksinasi? Apa rencana permainannya? Ini pekerjaan yang sangat besar, sangat besar."

Politisi Partai Demokrat itu juga mengatakan kepada wartawan dia tidak akan ragu untuk mendapatkan vaksinasi virus corona bila sudah dipercaya memerintah. Vaksin akan diberikan ke mereka yang paling membutuhkan.



"Orang yang paling membutuhkan adalah hal yang penting untuk mendapatkannya. Saya tidak akan ragu untuk mendapatkan vaksinnya, tapi saya juga ingin memberikan contoh," ujar Biden.

Menurutnya orang ragu tentang keamanan vaksin karena ulah Trump. Di mana sang mantan pengusaha pernah menyarankan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk menyetujui vaksin dengan tergesa-gesa, sebelum hari pemilihan presiden 3 November lalu.

Sementara itu Kepala Staf Biden, Ron Klain, mengatakan penasihat virus corona Biden akan bertemu dengan perusahaan pengembang vaksin virus corona. Namun KlainĀ  pejabat kesehatan tidak dapat berkoordinasi dengan pegawai pemerintah federal sampai Administrasi Layanan Umum menyetujui proses transisi.

Trump telah menolak untuk mengakui pemilihan, meskipun dia mengakui dalam sebuah tweet yang diposting Minggu bahwa Biden telah menang. Kemarin, ia menarik kembali komentarnya itu.

Di sisi lain, Moncef Slaoui yang menjalankan program vaksin Trump, Operation Warp Speed Covid-19, buka suara. Ia menegaskan tak ada gangguan apalagi terkait transisi.

"Sejak hari pertama, tujuan kami adalah melaju cepat, dan benar-benar setiap hari dan setiap jam berarti, dan itulah mengapa kita berada di tempat kita sekarang. Yang jelas, kami berharap tidak ada gangguan karena transisi," kata Slaoui.

Juru bicara Gedung Putih Brian Morgenstern juga membela Trump. Dalam emailnya, Morgenstern menulis Partai Demokrat telah "bermain politik" dengan "menabur keraguan tentang vaksin.

Sebelumnya, pakar penyakit infeksi telah memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 tidak akan banyak membantu AS pada akhir tahun ini, saat musim dingin. Karena vaksin hanya tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas.

Ini sesuai pernyataan Kementerian Kesehatan AS, yang mengatakan bahwa antara Moderna dan Pfizer hanya akan tersedia sekitar 40 juta dosis vaksin di akhir 2020. Menteri Trump menyebut vaksin cukup untuk 20 juta orang karena kedua vaksin tersebut membutuhkan dua suntikan.

Ada sekitar 331 juta orang Amerika saat ini. Vaksin diprediksi baru akan cukup kuartal II 2021.

AS kini tercatat memiliki 11.529.078 kasus positif, dengan 252.623 kasus kematian, dan 7.013.898 pasien berhasil sembuh, menurut data Worldometers.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading