Bos LPS Sebut Kondisi Sistem Keuangan RI Semakin Membaik

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
12 November 2020 21:00
Suasana Kawasan penukaran uang lusuh di Area Gedung Bank Indonesia,  Jakarta,  Kamis (1/2/2018). CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi sistem keuangan Indonesia semakin membaik. Bahkan di saat ada pandemi Covid-19 saat ini sistem keuangan menunjukkan perbaikan.

Menurutnya, ini terlihat dari turunnya nominal simpanan tertinggi per bulannya pada April 2020 sebesar 1,5%.

"Berdasarkan data yang kami miliki, pertumbuhan simpanan nasabah pada seluruh bank telah menunjukkan tren yang positif," kata dia di Gedung DPR RI, Kamis (12/11/2020).


Ia juga mengatakan perbaikan ini juga terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada periode Mei-September 2020 yang semakin positif. Padahal pada periode Maret-Juli 2020, bank BUKU I, DPK mengalami pertumbuhan negatif dibanding dengan Desember 2019.

"Artinya nasabah yang tadinya menyimpan uang di bank BUKU I berpindah ke bank-bank besar," katanya.

Namun, dengan berbagai kebijakan moneter yang ditempuh, maka perbaikan pada Bank BUKU I mulai terlihat kembali.

"Agustus 2020 sudah mulai membaik dan bahkan di September 2020 posisinya sudah di atas 100. Artinya kondisi DPK bank BUKU I sudah lebih baik dibandingkan akhir 2019 lalu," jelasnya.

Sampai September 2020, total perbankan yang terdaftar dalam program penjaminan LPS sudah mencapai 1.786 bank. Jumlah tersebut terdiri dari 110 bank umum dan 1.676 bank perkreditan rakyat (BPR).

Adapun jumlah pendapatan yang diperoleh LPS dari premi penjaminan hingga 16 Oktober 2020 telah mencapai Rp 12,6 triliun yang masing-masing berasal dari bank umum sebesar Rp 12,43 triliun dan BPR Rp 236 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading