Pemilu AS

3 Alasan Mengapa Penghitungan Suara AS Sangat Lambat

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
06 November 2020 10:33
Elizabeth Allin, bottom center left, and Gideon Lett sit in a convertible while watching President Donald Trump, on left of video screen, and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden speak during a Presidential Debate Watch Party at Fort Mason Center in San Francisco, Thursday, Oct. 22, 2020. The debate party was organized by Manny's, a San Francisco community meeting and learning place. (AP Photo/Jeff Chiu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) belum juga kelar. Padahal, pemilihan sudah dilakukan Selasa (3/11/2020).

Lalu mengapa penghitungan suara pilpres AS memakan waktu yang cukup lama? Berikut tiga alasannya, sebagaimana dikutip dari AFP:




Surat Suara Covid-19

Kekhawatiran akan penyebaran virus corona (Covid-19) mendorong masyarakat untuk memilih melalui surat untuk pertama kalinya. Beberapa negara bagian dikabarkan kewalahan dengan volume surat suara yang masuk sejauh ini. Diperkirakan surat suara akan mencapai 70 juta dari lebih dari total 150 juta suara.

Tumpukan surat suara skala besar dan harus dihitung dalam waktu yang cukup singkat rupanya membuat pusing para petugas yang bekerja dipenghitungan suara tersebut. Tak hanya sampai situ, fasilitas yang ada juga belum begitu menunjang.



Petugas pemilu membutuhkan jenis surat suara baru, mesin pengolah baru, lebih banyak ruang, lebih banyak meja dan kursi serta pekerja. Layanan pos AS yang lambat akibat kurangnya pekerja dan mesin juga menjadi salah satu faktor keterlambatan tersebut.

Dalam persiapan untuk lonjakan surat suara yang masuk, sejumlah negara bagian mengulur waktu setelah hari pemilihan 3 November agar surat suara yang dikirim dapat diterima petugas.

Di Michigan, petugas pemilihan hanya bisa mulai membuka amplop pada hari Senin, satu hari sebelum hari pemilihan. Sementara di Pennsylvania, di mana banyak perhatian difokuskan pada penghitungan, baru dimulai penghitungan pada hari Selasa.

Verifikasi Tanda Tangan pada Surat Suara

Proses menyortir surat suara yang dikirim semakin berat karena di banyak negara bagian, surat suara harus diverifikasi dengan mencocokkan tanda tangan pemilih di amplop luar dengan database yang ada.

Untuk surat suara yang datang setelah hari pemilihan, mereka juga harus meninjau cap posnya untuk memastikan bahwa surat itu dikirim cukup awal. Meski ada mesin hitung, tetapi terkadang petugas harus memeriksanya secara manual.

Di banyak negara bagian, surat suara harus dikeluarkan dari amplop, dan juga dari dalam "amplop privasi", dan kemudian ditumpuk menjadi tumpukan untuk dimasukkan ke dalam loket pemungutan suara.

Jika mesin hitung tidak dapat membaca surat suara, mereka akan diperiksa dan suara dicatat dengan tangan, dengan lebih dari satu petugas resmi mengawasi untuk memastikan keakuratannya.

Hambatan Hukum dan Teknis

Tak hanya itu, banyak masalah lain yang dapat menghambat hitungan. Di South Carolina, satu county atau wilayah harus menghitung masing-masing 14.600 surat suara dengan tangan karena kesalahan pencetakan menyebabkan mesin tidak dapat menghitungnya.

Setiap surat suara tersebut tidak hanya memilih calon presiden, melainkan calon anggota Kongres, pemerintah negara bagian dan lokal, kepala polisi, hakim, dan bahkan petugas koroner.

Allegheny County, Pennsylvania, tempat Pittsburgh berada, harus menghentikan sementara penghitungan manual sekitar 30.000 surat suara bermasalah.

Kampanye Trump dan Partai Republik juga mengupayakan pembekuan penghitungan, penghitungan ulang, dan putusan yang mendiskualifikasi suara di pengadilan di beberapa negara bagian, yang bertujuan untuk memperlambat proses penghitungan suara.

Artikel Selanjutnya

Update! Biden Masih Ungguli Trump, 238 VS 213 Suara Elektoral


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading