Internasional

Drama Pilpres AS, Pemerintah Xi Jinping Buka Suara, Apa Tuh?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
06 November 2020 10:07
U.S. President Donald Trump poses for a photo with China's President Xi Jinping before their bilateral meeting during the G20 leaders summit in Osaka, Japan, June 29, 2019. REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China memberi komentar soal Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) yang berlangsung sekarang. Termasuk soal hubungan kedua negara ke depan.

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng berharap pemilu akan berjalan lancar dan stabil. Ia juga pemerintahan AS berikutnya akan mengambil langkah-langkah untuk bekerja sama dengan negara Xi Jinping itu.



"Sikap China terhadap China-AS. Jelas dan konsisten," kata Le di media lokal, sebagaimana dikutip CNBC International.

"Meskipun ada ketidaksepakatan antara China dan AS, ada ruang besar untuk saling menguntungkan dan kerja sama. (Saya) berharap pemerintahan AS yang baru akan bertemu dengan China di tengah jalan."



"Pendekatan itu akan mencakup menegakkan prinsip tanpa konflik, tidak ada konfrontasi, saling menghormati dan kerja sama yang saling menguntungkan."

Sebelumnya dua ekonomi terbesar dunia telah terkunci dalam ketegangan yang meningkat selama dua tahun terakhir. Dimulai dengan perdagangan tahun 2018 dan meluas ke teknologi serta geopolitik termasuk Laut China Selatan.

Analis memperkirakan kebijakan AS tentang China akan tetap pada nada sama. Meskipun calon Partai Republik yang juga petahanan Presiden Donald Trump kalah dari kandidat lain dari Partai Demokrat, Joe Biden.

"Faktanya adalah bahwa bersikap keras ke China adalah apa yang menyatukan kita (AS) sebagai negara yang terpolarisasi saat ini," kata mantan negosiator perdagangan Gedung Putih Clete Willems kepada CNBC "Squawk Box Asia".

"Kita (AS) terpolarisasi dalam politik tetapi tidak terpolarisasi soal China."

Sebelumnya, AS sudah melakukan Pemilu Presiden 3 November lalu. Jajak pendapat telah ditutup namun penghitungan suara diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari mendatang.

Hingga Jumat pagi waktu RI, masih belum jelas apakahTrump akan memenangkan pemilihan kembali atau Biden. Namun para analis meramal pemerintahan Biden kemungkinan akan lebih ketat bersama sekutu melawan Beijing daripada yang sekarang dilakukan Trump.

Sebelumnya, Rabu malam, Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam pidatonya bahwa negaranya akan mempercepat pembicaraan perdagangan dengan UE, Jepang dan Korea Selatan. Sayangnya ia tidak menyebut AS.

"China ingin mendapatkan (perjanjian perdagangan bebas) tambahan sebagai bagian dari tujuan yang lebih luas untuk mendiversifikasi sumber impor. Terutama untuk barang-barang yang secara strategis penting seperti teknologi inti, energi dan makanan," kata Imogen Page-Jarrett, analis riset untuk China di The Economist Intelligence Unit (The EIU).

"Meningkatnya gesekan geopolitik dengan AS (dan negara-negara barat lainnya) dapat berarti bahwa negara itu memotong akses China ke barang-barang tertentu di masa depan."


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading