Breaking News

3 Bulan Deflasi, Akhirnya Oktober 2020 Terjadi Inflasi 0,07%

News - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
02 November 2020 11:04
Suasana Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin 15/6.  Untuk mencegah masifnya penyebaran Covid-19 di pasar-pasar tradisional Jakarta, PD Pasar Jaya mengambil beberapa kebijakan diantaranya menutup pasar dan menerapkan aturan ganjil-genap. Salah satunya di pasar Perumnas Klender. Aturan pasar ganjil genap mulai berlaku hari ini. Praktik ganjil-genap di pasar itu  berlaku sesuai dengan nomor kios. Apabila tanggal genap, maka kios yang buka hanya bernomor genap, begitu sebaliknya. Terlihat sejumlah pedagang mentaati aturan wajib menggunakan face shield dan masker ketika berjualan.  Untuk pembeli wajib mengenakan masker. Pasar hanya beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Salah satu pedagang kios baju anak dan muslim Guswandi mengatakan adanya peraturan ini membuat  penghasilan berkurang.

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi inflasi di Indonesia pada Oktober 2020. Ini memutus rantai deflasi selama tiga bulan beruntun.

Pada Oktober, terjadi inflasi 0,07% secara bulanan (month-to-month/MtM). Tidak jauh dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan 0,075%.

Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/YtD) berada di 0,95%% dan inflasi tahunan (year-on-year/YoY) adalah 1,44%%. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi tahunan di 1,82%.


"Secara umum menunjukkan harga berbagai komoditas ada kenaikan," kata Suhariyanto, Kepala BPS, dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Dari 90 kota, ada 66 kota yang mencatatkan inflasi dan 24 kota deflasi.

Inflasi tertinggi di Sibolga sebesar 1,04%, terendah di DKI Jakarta, 0,01%.

Sebaliknya deflasi tertinggi terjadi di Manokwari -1,81% dan terendah di Surabaya -0,02%.

Breaking News


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading