Demo di Thailand Memanas, Aparat Ambil Langkah Tegas

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 October 2020 20:29
Pro-democracy protesters raise three-finger salutes, a symbol of resistance, during a protest at sky train platform in Bangkok, Thailand, Saturday, Oct. 17, 2020. The authorities in Bangkok shut down mass transit systems and set up roadblocks Saturday as Thailand’s capital braced for a fourth straight day of determined anti-government protests. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia- Ribuan orang Thailand bergabung dalam aksi protes yang dilakukan di seluruh Bangkok, untuk menentang tindakan keras terhadap demonstrasi selama tiga bulan yang ditujukan kepada pemerintah dan monarki yang kuat. Aksi unjuk rasa ini dilakukan pada Sabtu (17/10/2020), dan polisi sudah menggunakan meriam air pada Jumat dan menutup sebagian besar transportasi kota untuk menggagalkan aksi.

Dilansir dari Reuters, meski polisi mencoba menghalangi demonstran tetap berkumpul dimanapun mereka bisa. Tang (27) seorang pekerja kantoran bergabung dengan ribuan orang yang melakukan protes di stasiun Lat Phrao. Dia ikut bergabung setelah melihat gambar polisi menembakkan meriam air ke pengunjuk rasa yang dipimpin pemuda, dan banyak anak sekolah di dalamnya.

"Ini sudah melewati batas, kami ingin menunjukan kekuatan kami dan tidak dapat menerima ini," kata dia, Sabtu (17/10/2020).  


Banyak pengunjuk rasa lainnya juga menyuarakan kemarahan yang sama dan mengatakan ikut serta untuk pertama kalinya. Aksi protes ini telah menarik puluhan ribu orang ke jalan untuk menuntut pencopotan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan penguasa militer.

Mereka juga secara terbuka mengkritik Raja Maha Vajiralongkorn meskipun ada undang-undang lese majeste, yang berarti dapat dihukum 15 tahun penjara karena menghina monarki. Pada Kamis, pemerintah melarang semua pertemuan politik yang terdiri dari lima orang atau lebih.

Bahkan dalam sepekan terakhir, Polisi telah menangkap lebih dari 50 orang, termasuk beberapa pemimpin protes.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading