Pengusaha Lokal & Jepang Ngeluh Upah Pekerja Mahal, Benarkah?

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
17 October 2020 19:19
Pabrik SUZUKI di Indonesia. Dok: SUZUKI

Lantas apakah benar upah pekerja di Indonesia termasuk tinggi? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu tidak semudah dengan membandingkan gaji di satu negara dengan negara lain. Namun ini juga bisa jadi sedikit komparasi. 

Data yang dipublikasikan oleh Komisi Pengupahan Nasional & Produktivitas Filipina, jika membandingkan upah minimum bulanan pekerja untuk level tertingginya dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia tergolong tinggi. 


Namun harus ada indikator lain yang juga harus dipertimbangkan. Hal yang sering diributkan adalah upah pekerja Indonesia tergolong mahal jika dibandingkan dengan produktivitasnya. 

Survei JETRO menggunakan pabrik Jepang sebagai acuan untuk menentukan produktivitas pabrik di berbagai negara. Angka 100 mengindikasikan produktivitas pabrik di Jepang. Angka di bawah itu mengindikasikan bahwa produktivitasnya lebih rendah dari Jepang. 

Produktivitas Indonesia berada di angka 74,4%. Secara sederhana produktivitas pabrikan di RI 25,6% lebih rendah dibandingkan Jepang. Produktivitas RI juga masih berada di bawah rata-rata neagara ASEAN.

Melihat produktivitas pabrik juga tidak hanya tergantung pada input SDM saja tetapi juga tipe industri hingga teknologi yang digunakan. Artinya harus ada indikator lain digunakan. 

Indikator lain yang harus digunakan adalah kenaikan upah dibandingkan dengan inflasi. Sebelumnya dikatakan bahwa rata-rata kenaikan upah pekerja RI dalam lima tahun terakhir di angka 10%. Untuk menghitung kenaikan gaji digunakan rumus pertumbuhan ekonomi plus inflasi. 

Jika inflasi tahun ini diasumsikan masih sama dengan tahun lalu yaitu 2,82% dan kenaikan gaji sebesar 8,5% maka kenaikan gaji riilnya sebesar 5,68%. Kenaikan gaji riil Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan Vietnam, Thailand dan Kamboja, tetapi tidak lebih tinggi dibandingkan dengan Filipina. 

Sampai di sini terlihat bahwa upah tenaga kerja RI memang lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain, terutama di regional ASEAN. Namun tunggu dulu, satu variabel lain yang juga harus dipertimbangkan adalah cost of living, inflasi memang bisa mencerminkan peningkatan biaya hidup. 

Perhitungan biaya hidup perlu dimasukkan dalam analsisi apakah upah yang diterima oleh pekerja RI sepadan atau tidak. Upah naik tinggi tetapi biaya hidup dan kenaikannya tinggi juga percuma, pada akhirnya kesejahteraan tidak tercapai. 

Masalahnya menghitung biaya hidup tidak semudah mengkalkulasikan semua barang-barang kebutuhan sehari-hari. Harus ada pembobotan dan harga di berbagai daerah apalagi untuk Indonesia yang negara kepulauan tentu berbeda-beda.

Jadi sekali lagi apakah upah pekerja sepadan atau tidak, jawabannya memang tidak sesimpel itu. Setidaknya variabel-variabel di atas dihitung dulu dengan cermat. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading