11 Hoax Soal UU Ciptaker yang Beredar di Masyarakat

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
15 October 2020 17:15
Aksi Ribuan Buruh Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di Depan Gedung DPR. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia- Undang-undang Cipta Kerja menuai penolakan di publik dan diliputi banyak kabar palsu. Banyaknya kabar yang tidak benar ini dinilai karena kurangnya komunikasi terhadap masyarakat.

Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Profesor Tajuddin Noer Effendi mengatakan kurangnya komunikasi ini menjadi salah satu kekurangan pemerintah dalam menyusun Omnibus Law. Hal ini membuat banyak yang menolak undang-undang ini meski tidak mengetahui isinya.

Dalam pembahasan UU ini, Tajuddin mengatakan sebenarnya pemerintah juga mengajak universitas dan serikat pekerja. Namun sayangnya dalam beberapa pembahasan hanya sedikit yang hadir.


"Ketika ketok palu memang masih belum ada draft finalnya karena kan masih diperbaiki dan disempurnakan. Jadi yang beredar di masyarakat hoax, dan ada beberapa yang beredar," kata Tajuddin saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (15/10/2020).

Tajuddin menegaskan jika masyarakat serius membaca UU ini, sebenarnya isinya menolong pekerja yang belum mendapatkan pekerjaan. Dengan menarik investasi, maka dapat menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.

"Investasi kan tidak serta merta datangnya, makanya atas inisiatif Presiden Jokowi menyederhanakan UU yang berkaitan dengan investasi. Di negara lain, tetangga kita memang ada UU yang tidak terlalu rumit. Jadi birokasi dipangkas rente ekonomi tidak akan ada lagi," katanya.

Sederet Hoax yang Beredar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading