Daya Beli Turun, Bos BI Prediksi Inflasi Tahun di Bawah 2%

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
13 October 2020 17:34
Perry Warjiyo di Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia Bulanan - Oktober 2020 (Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi sepanjang tahun ini akan berada di titik bawah target yakni hanya 2%. Di mana inflasi pada tahun ini diprediksi sebesar 3% plus minus 1%.

"Inflasi memang rendah dan akhir tahun akan di bawah batas bawah kisaran yakni di bawah 2%," ujarnya saat pengumuman hasil RDG Oktober, Selasa (13/10/2020).

Menurutnya, inflasi yang rendah ini sejalan dengan permintaan yang belum kuat sedangkan pasokan memadai. Ini yang membuat pada September 2020 terjadi deflasi 0,05% (mtm) dan 0,89% (ytd) serta secara tahunan tercatat 1,42% (yoy).


Inflasi yang rendah sekaligus mengakui bahwa permintaan atau daya beli masyarakat yang mengalami penurunan. Terutama karena inflasi inti yang juga lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Inflasi kelompok volatile food juga rendah dipengaruhi oleh penurunan harga bahan pangan karena permintaan yang belum kuat sedangkan pasokan memadai sejalan panen di beberapa sentra produksi. Selain itu, distribusi pangan terjaga dan harga komoditas pangan global masih rendah.

Kemudian, inflasi kelompok administered prices juga masih melambat terutama didorong berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara.

"BI konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi tetap dalam kisaran targetnya," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading