Harga Mobil Listrik Rp 500 Juta Lebih, Warga RI Mampu Beli?

News - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
05 October 2020 12:22
Mitsubishi innovative Electric Vehicle) memilkkk 5 pintu yang diproduksi oleh Mitsubishi Motors, dan versi listrik dari Mirsubishib  . Menurut Mitsubishi, i-MiEV dapat menempuh jarak sejauh 100 mil (160 km). Untuk versi yang dijual di Amerika Serikat pada tahun 2012, mobil ini dapat menempuh jarak sejauh 62 mil (100 km).
 (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah untuk mendorong penggunaan mobil listrik di Tanah Air harus mempertimbangkan banyak aspek, salah satunya terkait harga jual mobil ke masyarakat.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengingatkan bahwa harga mobil listrik tidak murah karena bahan baku yang diperlukan lebih mahal dari mobil konvensional yang selama ini sudah digunakan. Ditambah lagi, lanjutnya, selama ini mayoritas penjualan mobil yang laku dibeli di Indonesia masih berupa produk dengan harga di bawah Rp 250 juta per unit.

"Saat ini dengan income per kapita US$ 3.600, daya beli masyarakat ada di kendaraan bermotor dengan harga Rp 250 juta ke bawah. Penjualan yang paling besar di Indonesia, dari total 1,1 juta mobil yang dijual di Indonesia pada waktu normal, sekitar 600 ribu unit lebih adalah kendaraan dengan harga jual di bawah Rp 250 juta," ungkap Jongkie dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (05/10/2020).


Sayangnya, harga mobil listrik yang ada saat ini menurutnya masih tergolong mahal, umumnya berada di atas Rp 500 juta atau di atasnya. Bahkan, imbuhnya, tidak sedikit yang dibanderol dengan harga di atas Rp 1 miliar. Hal ini menurutnya penting diperhatikan pemerintah agar segmentasi pasar yang akan disasar bisa terarah dengan jelas.

"Kalau harga kendaraan listrik di atas itu, tentu jumlahnya (penjualan mobil listrik) lebih kecil dari 600 ribu unit. Ini yang perlu kami catat dan sampaikan. Daya beli masyarakat kita masih ada di situ," papar Jongkie.

Hal serupa diungkapkan oleh pengurus Gaikindo lain, yakni Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara. Menurutnya, daya beli masyarakat dan harga mobil listrik yang belum terjangkau menjadi faktor utama kendaraan listrik belum diminati mayoritas masyarakat RI.

Menurut Kukuh, orang yang baru pertama kali membeli (first time buyer) mobil listrik akan memikirkan banyak pertimbangan, salah satunya harga dan lokasi pengisian daya listrik yang tidak semua wilayah di Indonesia memilikinya.

Harga mobil listrik yang paling murah masih berkisar Rp 500-600 juta, sementara mayoritas 80%-90% masyarakat Indonesia yang menjadi konsumen kendaraan bermotor roda empat hanya membeli kendaraan mobil dengan harga Rp 300 juta ke bawah.

Lebih lanjut, Kukuh menjelaskan perpindahan penggunaan mobil listrik nantinya akan sama seperti zaman perubahan mobil dari manual transmission ke automatic transmission yang cukup membutuhkan waktu.

"Analoginya kayak begitu saja. Masih akan butuh banyak waktu untuk berpindah ke mobil listrik," tambahnya.

Menurut catatan Gaikindo, populasi mobil listrik di Indonesia masih relatif sangat rendah. Mobil listrik di Indonesia belum sampai 30 unit pada 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading