Internasional

Trump Buat Heboh! Positif Covid, Keluar RS Sapa Pendukung

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 October 2020 09:52
President Donald Trump arrives at Walter Reed National Military Medical Center, in Bethesda, Md., Friday, Oct. 2, 2020, on Marine One helicopter after he tested positive for COVID-19. White House chief of staff Mark Meadows is at second from left. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat kehebohan pasca dinyatakan terjangkit virus corona (Covid-19). Trump rupanya masih sempat menyapa para pendukungnya saat dirawat di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland.

Dalam sebuah video, Trump, yang terlihat mengenakan masker warna hitam, tertangkap sedang melambaikan tangan dari kursi belakang SUV hitam kepada para pendukung yang sudah menunggunya di luar Walter Reed, pada Minggu (4/10/2020) malam waktu setempat.



Sesaat sebelum perjalanan singkat itu, Trump juga sempat memposting video di Twitter "akan memberikan sedikit kejutan kepada beberapa patriot hebat yang kami miliki di jalanan," cuitnya. 

Sontak aksi ini memicu kritik dari masyarakat luas. Trump dinilai menempatkan orang lain pada risiko penyakit hanya demi aksi politik.



Para ahli juga mengeluh bahwa perjalanan itu melanggar pedoman kesehatan publik yang pemerintahnya buat sendiri, bahkan membahayakan anggota Secret Service-nya. Pasien yang dites positif Covid-19 umumnya harus dikarantina selama 14 hari masa inkubasi untuk menghindari menulari orang lain.

Meskipun Trump merilis video di Twitter yang menyatakan ia belajar banyak mengenai Covid-19, namun peristiwa tersebut dikritik ahli kesehatan. Ia mengatakan Trump tidak belajar dari pengalaman sama sekali.

"Setiap orang di dalam kendaraan selama 'drive-by' Presiden yang sama sekali tidak perlu itu sekarang harus dikarantina selama 14 hari," kata James Phillips, kepala pengobatan bencana di Universitas George Washington, dikutip dari CNBC International.

"Mereka mungkin sakit dan mati untuk teater politik. Diperintahkan oleh Trump untuk mempertaruhkan nyawa mereka di teater politik. Ini gila."

Zeke Emanuel, Ketua Departemen Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan di Universitas Pennsylvania menggambarkan aksi Trump itu sebagai hal yang memalukan. "Membuat agen Secret Service-nya mengemudi dengan pasien Covid-19, dengan jendela terbuka, membuat mereka berisiko terinfeksi. Untuk apa? Aksi humas?" tweet Emanuel.

Namun Juru Bicara Gedung Putih Judd Deere membela aksi Trump, mengatakan tindakan pencegahan yang "tepat" telah dijalankan guna melindungi Trump dan staf pendukungnya, termasuk dengan alat pelindung diri (APD). "Gerakan itu diizinkan oleh tim medis karena aman dilakukan," tambah Deere.

Asosiasi Koresponden Gedung Putih juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Trump "keterlaluan". Trump meninggalkan rumah sakit tanpa kehadiran pers.

"Publik Amerika berhak mendapatkan liputan independen tentang presiden sehingga mereka dapat memperoleh informasi terpercaya tentang kesehatannya."

Sementara itu, Trump juga mendapatkan beberapa pesan dukungan. Gubernur Texas Greg Abbott, satu partai dengannya, bereaksi terhadap berita iring-iringan mobil sang presiden.

"Sepertinya @realDonaldTrump membuat pemulihan yang cepat dari COVID. Begitu banyak doa terkabul," katanya.

Menurut dokter Sean Conley, Trump langsung dibawa ke Walter Reed akibat muncul demam tinggi disertai tingkat oksigen yang turun secara mengkhawatirkan pasca terjangkit Covid-19 pada Jumat (2/10/20202) lalu. Ia bahkan sempat diberi obat steroid, deksametason.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading