Wow! Bom Made in RI Dipakai di Amerika Tengah Amerika Latin

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
02 October 2020 18:30
Produk 202

Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil produksi industri pertahanan Indonesia mulai dilirik negara-negara lain. Ketua Harian Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) Mayor Jenderal TNI (Purn) Jan Pieter buka-bukaan mengenai hal tersebut.

"Ada pasar yang berminat sekarang terutama ketika pandemi, contoh Afrika mulai ada kontak dengan kami sekarang beberapa negara. Kemudian negara-negara di sekitar kita itu juga ingin sebenarnya, contoh Papua Nugini, Timor Leste," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (2/10/20).

Sejumlah peralatan yang diminati di antaranya payung udara dan tenda-tenda militer. Sejumlah produk lainnya juga ditawarkan ke negara-negara tersebut.

"Mereka juga kepingin kendaraan taktis, kemudian kapal kita juga mulai tawarkan ke sana mereka lagi pelajari. Tapi kalau yang tadi itu permintaan mereka payung udara, tenda-tenda militer itu mereka minta eksplisit," kata Jan Pieter.

Di sisi lain, sejumlah negara Eropa juga mulai membuka peluang memanfaatkan hasil produksi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Eropa mulai tertarik dengan produk-produk non-lethal dari Indonesia.

"Karena sumber-sumber pasokan mereka sebelumnya, because pandemic mulai ada hambatan, persaingan dengan China berdampak. Lalu melihat karena industri pertahanan Indonesia juga sudah mulai didengar mulai diketahui dari berita-berita. Ada sekarang kontak, kebetulan kami punya konsultan di Eropa, dari situ kami sudah kirimkan list-list ke sana untuk mereka pelajari," jelasnya.



Tak hanya itu, sejumlah bom buatan Indonesia juga sudah diekspor ke luar negeri. Bom ini merupakan hasil produksi PT Sari Bahari yang berbasis di Malang, Jawa Timur.

"Sari Bahari yang memproduksi bom, bom p100, p250 sekarang sedang memfinalisasi p500, itu yang untuk pesawat-pesawat tempur itu. Itu beberapa negara antara lain di Amerika Latin, Amerika Tengah itu, juga ke sana," urainya.

Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa pasar dalam negeri juga terus perlu digenjot. Apalagi di tengah situasi pandemi saat ini, penetrasi pasar dalam negeri dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan industri pertahanan dalam negeri. Pemakaian hasil produksi di dalam negeri juga akan berpengaruh pada minat negara lain.

"The first question of potential buyer would be, apakah tentaramu udah pakai? Kalau kita bilang sudah sekian-sekian yang dipakai, dia mulai melirik juga. Tapi kalau tentara kita ogah-ogahan mau pakai, jangan pernah bertanya apakah produk industri pertahanan swasta atau Indonesia sudah dibeli negara mana saja," paparnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kolaborasi Prabowo-Erick Revitalisasi BUMN Produksi Alutsista


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading