RI Resesi: Makanan-Tiket Pesawat Turun, Uang Kuliah Naik

News - Cantika Adinda, CNBC Indonesia
01 October 2020 12:18
BPS  mengumumkan sejumlah indikator perekonomian antara lain IHK September 2020 hingga perkembangan pariwisata dan transportasi nasional Agustus 2020. (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dari proyeksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 dipastikan bakal minus. Artinya Indonesia masuk dalam situasi resesi, karena ekonomi kuartal II-2020 juga minus. Resesi sudah terlihat dari situasi deflasi yang terjadi di Indonesia sepanjang kuartal III-2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, hari ini mengumumkan terjadinya deflasi 0,05% di Indonesia pada September 2020. Deflasi ini memperlihatkan masih lemahnya daya beli masyarakat. Pelemahan daya beli terlihat dari masih melambat inflasi inti sepanjang September 2020.

"Daya beli masyarakat rendah, karena inflasi inti turun di September 2020 ini," ujar Suhariyanto, Kamis (1/10/2020). Dia juga menambahkan sepanjang kuartal III-2020 daya beli masih lemah, karena selama periode ini terjadi deflasi setiap bulannya.

Pada kesempatan itu, Suhariyanto memaparkan, deflasi September 2020 didorong oleh sektor makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 0,37%.


Dalam kelompok ini, harga daging ayam ras, harga telur ayam ras, mengalami penurunan harga dan menyumbangkan deflasi 0,04% selama September 2020.

Harga daging ayam ras, menurut catatan BPS, turun di 67 kota hingga 24% penurunannya. Sementara harga telur ayam ras turun harganya pada 79 kota, penurunannya hingga 26%.

Kemudian harga bawang merah, tomat, hingga cabai rawit disebut Suhariyanto mengalami penurunan harga dan memberi andil kepada deflasi 0,01%-0,02%.



Pada sektor makanan dan minuman, pada September 2020, kenaikan harga terjadi pada minyak goreng dan bawang putih.

Selain makanan-minuman, deflasi juga terjadi pada sektor transportasi sebesar 0,33% di September 2020. Ini terjadi karena turunnya harga tiket pesawat.

Suhariyanto menuturkan, harga tiket pesawat turun di 40 kota. Penurunan terbesar di Tanjung Pinang sebesar 39% dan Pangkal Pinang sebesar 18%.

Penurunan harga yang terjadi di sektor makanan-minuman hingga transportasi ini terjadi karena permintaan yang rendah. Daya beli masyarakat yang belum pulih karena ekonomi yang lesu akibat pandemi, menyebabkan harga-harga turun.



Uang Kuliah Naik

Meski harga makanan-minuman serta tarif transportasi udara turun, namun masih ada yang mengalami kenaikan harga sepanjang September 2020. Salah satunya adalah uang kuliah.

Suhariyanto menuturkan, sektor pendidikan mengalami inflasi 0,62% pada September 2020. "Ini karena kenaikan uang kuliah untuk akademi dan perguruan tinggi yang memberi andil ke inflasi 0,03%," ujar Suhariyanto, sambil menambahkan kenaikan uang kuliah ini terjadi pada 19 kota.

Kemudian harga emas perhiasan juga tercatat masih mengalami kenaikan, dan memberi andil kepada inflasi sebesar 0,01%.


(wed/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading