Kok Ekonomi RI Makin Ngeri? Resesi Fix, Depresi di Depan Mata

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
30 September 2020 13:07
Infografis/ 45 Negara Resmi resesi, Ri Di Ujung Tanduk/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dipastikan masuk ke jurang resesi setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi perekonomian kuartal III-2020 negatif hingga 2,9%.

Tak hanya itu, perekonomian Indonesia dinilai tidak hanya resesi tapi bisa menuju ke arah depresi jika perekonomian masih belum bangkit.

"Resesi ekonomi bisa berlanjut ke depresi ekonomi jika kuartal ke II dan III tahun 2021 masih belum positif pertumbuhan PDB nya. Titik terendah ekonomi belum bisa terlihat," ujar Ekonom INDEF Bhima Yudhistira, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya, untuk tahun ini perekonomian tidak hanya negatif hingga kuartal III, tapi bisa berlanjut ke kuartal IV. Bahkan pelemahannya bisa lebih tinggi dari kuartal III.

Pelemahan di kuartal IV bisa lebih dalam karena ada liburan Natal dan Tahun Baru yang biasanya memberikan kontribusi cukup besar untuk konsumsi rumah tangga. Namun, dengan masih tingginya angka penularan Covid-19 maka dipastikan masyarakat masih akan menahan belanja.

"Jadi penurunan growth di kuartal IV bisa lebih dalam dibanding Kuartal III. Selain itu dorongan satu satunya yang berasal dari belanja pemerintah sulit diandalkan. Apakah stimulus PEN bisa 100% cair nampaknya hampir mustahil kalau dilihat sejauh ini berada di bawah 40% progress nya," kata Bhima.

Sejalan dengan Bhima, Ekonom Core Piter Abdullah juga memproyeksi perekonomian di kuartal IV masih akan berada di zona negatif. Terutama karena penyebaran Covid-19 yang masih sangat tinggi.

"Kuartal IV diperkirakan masih negatif. Selama wabah masih berjangkit maka sulit atau bahkan tidak mungkin positif. Apalagi sekarang PSBB diperketat lagi," jelasnya.

Sementara itu, apakah Indonesia akan masuk ke depresi ekonomi, ia menilai harus melihat penanganan Covid-19 yang dilakukan hingga akhir tahun 2021. Jika tertanggulangi maka Indonesia akan terhindar dari depresi ekonomi, namun jika tidak maka depresi tak bisa dihindari.

"Ada potensi (depresi) itu. Tapi menurut saya kemungkinan itu terjadi kecil. Pandemi ini masalah global semua negara sedang berperang melawan pandemi, semua negara sedang mempercepat produksi vaksin dan yakin bahwa pandemi akan berakhir paling lambat pertengahan tahun depan, sehingga kita bisa segera bangkit kembali," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri! Bukan Resesi, Sejumlah Negara Terancam Depresi


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading