Internasional

Rusuh Debat Trump-Biden, dari Masker hingga Piaraan Putin

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
30 September 2020 10:25
President Donald Trump and Democratic candidate former Vice President Joe Biden both speak during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Patrick Semansky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam debat pertama calon presiden Amerika Serikat (AS), petahana Donald John Trump dari Partai Republik terus menyerang Joe Biden dari Partai Demokrat, terutama dalam topik pandemi virus corona (Covid-19). Trump bahkan mengejek Biden karena mengenakan masker.

"Saya tidak memakai masker seperti (Biden), setiap kali Anda melihatnya, dia punya masker," kata Trump sebagaimana disiarkan melalui live streaming CNN International, Rabu (30/9/2020) pagi.

"Dia bisa saja berbicara sejauh 200 kaki darinya, dan dia muncul dengan masker terbesar yang pernah saya lihat."


President Donald Trump gestures while speaking during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Patrick Semansky)Foto: Presiden Donald Trump saat debat calon presiden AS di Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio, Selasa (29/9/2020). (AP / Patrick Semansky)
President Donald Trump gestures while speaking during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Patrick Semansky)

Saat ditanya mengenai penggunaan masker, Biden merujuk pada permintaan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS kepada orang Amerika untuk mengenakannya.

Biden bahkan menegaskan kembali berapa banyak nyawa yang dapat diselamatkan dalam beberapa bulan mendatang jika orang-orang mengikuti arahan CDC AS untuk mengenakan masker.

Namun sebaliknya, Trump membantah hal tersebut, mengatakan bahwa pejabat kesehatan telah mengatakan bahwa mengenakan masker berbahaya. Ini merupakan klaim palsu yang selalu diulangi Trump ketika ditanyai mengenai masalah tersebut.

"Tidak ada orang serius yang mengatakan sebaliknya," balas Biden.

Lebih dari 200.000 orang Amerika meninggal dunia karena terpapar Covid-19 dan Trump masih meragukan keefektifan penggunaan masker.

Menurut data Worldometers, AS merupakan negara dengan kasus virus corona terbanyak. Tercatat ada 7.406.146 kasus terjangkit virus corona, dengan 210.785 kematian, dan 4.648.683 pasien berhasil sembuh per Rabu (30/9/2020).

Sebelumnya Biden sempat memberikan pertanyaan kepada penonton Amerika apakah mereka mempercayai Trump dalam menangani pandemi Covid-19, mengutip wawancara Trump dengan jurnalis Bob Woodward pada Februari lalu bahwa dia meremehkan virus tersebut.

Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden gestures while speaking during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)Foto: Calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden berbicara saat debat pertama calon presiden di Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio, Selasa (29/9/2020). (AP/ Julio Cortez)
Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden gestures while speaking during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)


"Apakah Anda percaya sejenak dengan apa yang dia katakan kepada Anda, mengingat semua kebohongan, dia memberitahu Anda tentang seluruh masalah yang berkaitan dengan Covid," kata Biden, menatap langsung ke kamera.

"Dia masih belum mengakui bahwa dia tahu ini terjadi, tahu betapa berbahayanya kembali pada Februari, dan dia bahkan tidak memberitahumu."

"Dia dalam catatan mengatakan itu. Dia panik atau dia hanya melihat pasar saham, salah satunya, karena coba tebak, banyak orang mati dan lebih banyak lagi yang akan mati kecuali dia menjadi jauh lebih pintar, jauh lebih cepat."

Trump mempermasalahkan mantan wakil presiden yang mempertanyakan kecerdasannya, menyerang Biden karena lulus dari University of Delaware dan mengatakan dia "lulus paling rendah atau hampir paling rendah di kelas Anda."

"Jangan pernah menggunakan kata pintar dengan saya," kata Trump.

Momen tersebut menyoroti perbedaan utama dalam pemilihan presiden AS kali ini, dengan Biden telah menjadikan virus sebagai masalah paling mendesak dalam kampanyenya, sementara Trump kebalikannya, ia meremehkan pandemi dalam kampanyenya.

Piaraan Putin

Sementara itu, menjelang akhir debat, Biden menyebut Trump gagal menghadapi Rusia. Bahkan ia menyebut Trump sebagai "anak anjing" peliharaaan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya pernah berhadapan langsung dengan Putin, dan menjelaskan langsung kepadanya - bahwa kami tidak akan mengambil satu pun dari ini (Rusia). Dia (Trump) anak anjing Putin," kata Biden.

Debat pertama calon presiden AS berlangsung di Ohio, Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia. Debat penuh dengan adu mulut yang lebih banyak menyerang masalah pribadi.

Perdebatan bahkan berubah menjadi kekacauan dalam 20 menit pertama. Trump berulang kali menyerang mantan Biden, tak terkecuali moderator Chris Wallace dari Fox News.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading