Survey BPS: Ada PSBB, Nyatanya Masyarakat Masih Keluar Rumah

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
28 September 2020 19:35
Petugas melakukan penguapan dengan liquid disinfektan ke bus sekolah yang digunakan untuk mengevakuasi pasien Covid-19 berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) di Posko Gabungan PSBB dan Gakplin Protkes, Kramat Jati, Jakarta Timur. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) nyatanya tak membuat semua masyarakat patuh dan tetap berada di rumah.

Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat 25% responden mengaku masih keluar rumah, terutama untuk bekerja.

"Berdasarkan umur, cenderung jarang keluar rumah bagi yang sudah umur. Dengan banyaknya masyarakat beraktivitas saat PSBB, bagaimana memonitor mereka keluar rumah," ujar Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Senin (28/9/2020).


Dari hasil survei tersebut juga menjelaskan bahwa 13,5% responden selama 1 bulan menggunakan angkutan umum untuk mobilisasi. 23% diantaranya menggunakan angkot, disusul ojek online, taksi online, bus, kereta hingga MRT.

Untuk penerapan protokol kesehatan di angkutan umum, misalnya jaga jarak, perlu menjadi perhatian terutama di angkot dan mikrolet. Sebab hanya 43% yang menerapkan protokol kesehatan. Hal ini menurutnya bisa disadari akibat ruang angkot yang terbatas.

"Kita perlu menerapkan perhatian. Angkot, bis 59% tertib menggunakan masker, perlu digalakkan sosialisasi ke pengemudi. Pembatasan penumpang sudah diterapkan ojol 40%, taksi online 56%," tegasnya.

Informasi saja, Survei dilakukan pada 7-14 September 2020 dengan melibatkan 90.967 responden. Survei ini dilakukan secara daring dengan melibatkan sebanyak 55% responden adalah wanita, dan 45% laki-laki.

Selanjutnya dilihat dari usia, 69% merupakan usia muda, selanjutnya usia 45 tahun. Adapun dari segi pendidikan, 61% minimal lulusan sarjana ke atas.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading