Sri Mulyani 'Ramal' PDB Q3 Minus, RI Sah Resesi!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
23 September 2020 09:12
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri Rapat Paripurna DPR dengan agenda tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas RUU tentang P2 APBN TA 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dipastikan masuk ke lubang resesi menyusul negara lainnya. Hal ini terlihat dari ramalan perekonomian Indonesia yang akan masuk ke zona negatif pada kuartal III-2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meramal, untuk kuartal III ini, perekonomian Indonesia akan berada di kisaran minus 2,9% hingga minus 1%. Artinya perekonomian Nasional terkontraksi dua kuartal berturut-turut setelah pada kuartal II terkontraksi 5,32%.

Sedangkan untuk sepanjang tahun atau full year perekonomian juga diprediksi akan tetap minus 1,7% hingga minus 0,6%. Hal ini lantaran kontraksi akibat pandemi Covid-19 masih akan berlanjut di semester II tahun ini.


"Ini artinya, negatif territory kemungkinan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih berlangsung untuk kuartal IV yang kita upayakan bisa dekat 0 atau positif," ujarnya melalui konferensi pers virtual, Selasa (22/9/2020).

Dari outlook Kemenketerian Keuangan, hampir semua sektor penopang pertumbuhan ekonomi di tahun ini mengalami kontraksi. Hanya konsumsi pemerintah yang tumbuh positif karena berbagai bantuan yang diberikan pada masa pandemi Covid-19 ini.

Berikut Outlook komponen pembentuk PDB 2020:

  • Konsumsi Rumah Tangga: -2,1% hingga - 1%
  • Konsumsi Pemerintah: 0,6% hingga 4,8%
  • Investasi: -5,6% hingga -4,4%
  • Ekspor: -9% hingga -5,5%
  • Impor: -17,2% hingga -11,7%

Berikut Outlook Komponen pembentuk PDB Kuartal III-2020:

  • Konsumsi Rumah Tangga: -3% hingga -1,5%
  • Konsumsi Pemerintah: 9,8% hingga 17%
  • Investasi: -8,5% sampai -6,6%
  • Ekspor: -13,9% sampai -8,7%
  • Impor: -26,8% sampai -16%.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading