Polling CNBC Indonesia

Nih, 'Ramalan' Terbaru RI Terancam Resesi!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 September 2020 10:52
Sayup suara ombak menyusup hingga ke ruang-ruang sempit Kapal yang tengah bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Rabu (29/7/2020) petang itu. Sejumlah anak dengan berani tengah asik melompat bergantian dari atas kapal, sambil berteriak.
Sunda Kelapa adalah nama pelabuhan yang berada di ujung utara Jakarta. Pelabuhan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pada zaman kerajaan, Sunda Kelapa adalah pusat perdagangan. Kini, meski telah dimakan usia, pelabuhan ini masih tetap ramai.
Banyak orang mengais rezeki di Pelabuhan Sunda Kelapa. Ada pedagang, nelayan, Anak Buah Kapal (ABK), pemberi jasa sampan, hingga buruh angkut. Semua tumpah ruah menjadi satu. Namun bagi anak-anak sunda kelapa adalah tempat paling asik untuk bermain.

Pelabuhan Sunda Kelapa lambat laun tidak terlihat sesibuk saat masa jayanya. Kini, pelabuhan tersebut dikelola oleh PT Pelindo II dan tidak mengantongi sertifikasi International Ship and Port Security karena sifat pelayanan jasanya hanya untuk melayani kapal antar pulau di dalam negeri.

Dari sisi ekonomi pelabuhan ini masih cukup strategis, mengingat berdekatan dengan pusat-pusat perdagangan di Jakarta seperti Glodok, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan lain-lainnya. Menjadi buruh kuli angkut mungkin bukan hal yang dicita-citakn oleh banyak orang. Namun ketika tidak ada lagi keahlian yang bisa ditawarkan selain tenaga kasar maka menjadi buruh kasar sebagai kuli angkut pun harus dijalani.

Setidaknya ini yang tertangkap saat melihat potret para kuli angkut di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara. Dalam sehari para pekerja kuli angkut ini mampu membongkar muatan dengan berat total 300ton. Beban sebesar ini dikerjakan oleh 20an orang pekerja.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan mencatat surplus pada Agustus 2020. Namun itu bukan sebuah kabar gembira.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data perdagangan internasional pada esok hari. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif 6,5% dibandingkan periode yang sama pada 2019 (year-on-year/YoY).

Sementara impor 'diramal' terkontraksi lebih dalam yaitu 18,78% YoY. Ini membuat neraca perdagangan mencatatkan surplus yang cukup besar yaitu US$ 2,11 miliar.


 

Institusi

Pertumbuhan Ekspor (%YoY)

Pertumbuhan Impor (%Yoy)

Neraca Perdagangan (US$ Juta)

ING

-10.2

-25.3

2180

Citi

-6.5

-16.5

1800

BNI Sekuritas

-1.26

-14.6

1839.1

BCA

-14.3

-24.7

1590

Maybank Indonesia

-5.08

-18.78

2045

Standard Chartered

-9.2

-27.9

2732

Bank Permata

-7.69

-22.88

2238

Trading Economics

-

-

2500

Mirae Asset

4

-17

3090

Danareksa Research Institute

-1.95

-12.78

1624

MEDIAN

-6.5

-18.78

2112.5

 

Meski ekspor dan impor masih tumbuh negatif, tetapi melandai dibandingkan Juli 2020. Kala itu, ekspor terkontraksi 9,9% sementara impor anjlok 32,55%.

Ekspor Belum Bisa Diandalkan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading