Betul Pak Anies, Ini 3 Fakta Covid-19 DKI Mengkhawatirkan!

News - M Iqbal, CNBC Indonesia
09 September 2020 14:18
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Mengumumkan Status PSBB Transisi Jakarta (Tangkapan Layar Youtube PEMPROV DKI JAKARTA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menilai situasi saat ini mengkhawatirkan. "Hari ini gugus tugas mengadakan rapat khusus mengevaluasi perkembangan terakhir kasus Covid-19 di Jakarta karena situasinya mengkhawatirkan," kata Anies di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Menurtu Anies, dalam satu pekan terakhir angka positivity rate di Jakarta itu 13,2%.

Eks Mendikbud ini menyebut hal itu sebagai kondisi yang mengkhawatirkan karena pemerintah harus mengimbangi fasilitas kesehatan yang dimiliki. Jumlah kasus yang tidak terkendali akan berdampak pada penanganan dan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

"Kenapa mengkhawatirkan? Karena kapasitas rumah sakit ada batasnya. Bila jumlah yang membutuhkan perawatan makin hari makin banyak, di atas kemampuan kapasitas Rumah Sakit dan jumlah tenaga medis, maka kita akan menghadapi masalah besar," ujar Anies.

Kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menembus angka psikologis 200.000 orang. Ini terjadi di tengah kekhawatiran rumah sakit yang makin penuh.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terdapat 3.046 kasus baru Covid-19 pada Selasa (8/9/2020) sehingga totalnya menembus 200.035 orang.

Fakta Pertama : DKI Rekor Catat Terus

Seperti sebelumnya, penambahan kasus baru ini didominasi oleh provinsi DKI Jakarta dengan penambahan 1.014 orang dan menjadi rekor tertinggi. Sebelumnya penambahan pasien positif di Jakarta sempat mencapai rekor tertinggi pada 3 September 2020 dengan penambahan 1.359 orang.

Dengan begitu total kasus di Jakarta mencapai 48.393 orang, dan masih menjadi yang paling tinggi di Indonesia. Dalam delapan hari pertama September penambahan pasien positif di Jakarta mencapai 8.307 orang, artinya penambahan rata-rata pasien positif baru mencapai 1.000 orang per hari.

Sementara itu jumlah pasien sembuh sebanyak 929 orang sehingga totalnya 36.383 orang. Kemudian kasus meninggal bertambah 21 orang sehingga totalnya 1.317 orang. Untuk kasus kematian, Jakarta masih sedikit lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang mencapai angka kematian tertinggi di Indonesia dengan 2.608 kasus.

Fakta Kedua : DKI Selalu Bertambah di Atas 1.000 Kasus per Hari

Tingginya penambahan kasus di Jakarta pada akhir Agustus diperkirakan disebabkan adanya libur panjang pada pertengahan Agustus lalu, namun saat yang bersamaan pemerintah juga meningkatkan jumlah spesimen yang diperiksa per hari. Bahkan sepanjang Agustus kasus Corona di Jakarta bertambah 18.687 orang, dan beberapa kali memecahkan rekor dengan penambahan per hari di atas 1.000 pasien baru.

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 2.306 orang sehingga totalnya menjadi 142.958 orang. Adapun kasus meninggal mencapai 100 orang sehingga akumulasi mencapai 8.230 orang. Jumlah kasus baru tersebut merupakan hasil dari pengujian terhadap 32.643 spesimen yang selesai pada hari ini.

Hingga Rabu (9/9/2020), sebanyak 489 kabupaten/kota di 34 Provinsi telah terdampak Covid-19. Masih ada 90.952 suspek Covid-19 yang dipantau oleh pemerintah.


Fakta Ketiga : RS Mulai Penuh di DKI

Sebelumnya Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Erlang Samoedro mengingatkan soal kapasitas rumah sakit (RS). Kapasitas RS yang penuh memang menjadi sorotan beberapa waktu belakangan, terutama di DKI Jakarta.

"RS sudah penuh, banyak yang penuh karena lonjakan kasus tinggi. Di tempat lain juga mulai penuh," ujar Erlang dalam diskusi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin (7/9/2020).

Menurut dia, kasus konfirmasi positif Covid-19 di tanah air mayoritas tanpa gejala atau gejala ringan. Selain itu, kata Erlang, banyak orang yang tidak sadar terinfeksi.
Sebelumnya, Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito juga mengatakan kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta membuat kapasitas rumah sakit semakin penuh dan berada pada kondisi yang tidak ideal.

Menurutnya, meski memiliki 67 RS rujukan dan 170 RS yang menangani Covid-19, namun jumlah keterisian semakin tinggi.

"Angka keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi 69% dan ICU sebesar 77%. Kondisi ini kondisi yang tak ideal," ujar Wiku dalam konferensi pers, Senin (31/8/2020).

Wiku menggunakan okupansi atau keterisian rumah sakit pada 28 Agustus. Padahal pada hari tersebut jumlah kasus aktif di DKI Jakarta masih di angka 6.757 orang.


[Gambas:Video CNBC]

(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading