Internasional

Breaking! Australia Resesi, Ekonomi Kontraksi 7%

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
02 September 2020 09:54
Australia Jadi Musuh Baru Facebook, Ada Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia - Australia memasuki resesi teknikal. Ini merupakan pertama kalinya sejak sejak 1991.

Dalam pengumuman Rabu (2/9/2020) Produk Domerstik Bruto (PDB) secara kuartalan (QtQ) di kuartal II 2020 berkontraksi atau - 7%. Sebelumnya di kuartal I 2020, ekonomi -0,3%.



Secara basis tahunan (YoY), ekonomi di kuartal II 2020 -6,3%. Namun di kuartal I 2020, pertumbuhan masih positif 1,4%.

Biro Statistik Australia mengatakan ini adalah kontraksi triwulanan tercepat dalam catatan negeri itu. Angka terbaru telah mengakhiri pertumbuhan ekonomi tiga dekade yang sebelumnya bahkan tidak terpengaruh oleh krisis keuangan global.

"Belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kepala Biro Akun Nasional, Michael Smedes, dikutip dari AFP.




Pengeluaran rumah tangga tergerus karena masyarakat menahan bepergian guna menghindari penularan corona (Covid-19). Jam kerja turun hampir 10% sementara pengajuan tunjangan sosial naik 40%.

Perdagangan juga terpukul selama kuartal II. Di mana impor barang turun 2,4% dan ekspor jasa turun 18,4%.

Australia sekarang telah mengkonfirmasi hampir 26.000 kasus Covid-19 dan 663 kematian akibat virus tersebut. Sebagian besar di Melbourne dan sekitarnya sejak Juli.

Pemerintah pada bulan Juli memperkirakan pertumbuhan kembali pada kuartal III 2020 ini karena pelonggaran pembatasan. Tetapi penutupan bisnis yang dianggap tidak penting di Melbourne, kota terbesar kedua di negara itu, dapat menghambat pemulihan.

Resesi didefinisikan sebagai kontraksi dua kuartal berturut-turut. Austalia belum benar-benar resesi karena pencapaian yang positif di kuartal I (YoY) namun negeri itu masuk ke resesi teknikal.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading