Internasional

Ekonomi Kontraksi, Australia Masuk Resesi?

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
03 June 2020 11:33
The moon rises over the Sydney Opera House as smoke from bushfires shrouds the skyline in Sydney, Australia November 12, 2019.  REUTERS/John Mair

Jakarta, CNBC Indonesia - EkonomiĀ Australia mencatatkan penurunan pada kuartal pertama atau tiga bulan awal tahun ini sebagai dampak dari penutupan seluruh sektor bisnis selama negara dilanda wabah virus corona (COVID-19).

Penurunan ini menjadi tanda bahwa ekonomi Negeri Kanguru masuk ke dalam resesi teknis pertama negara itu dalam tiga dekade atau dalam 30 tahun terakhir.

Menurut data Biro Statistik Australia (ABS) yang dirilis pada Rabu (3/6/2020), ekonomi Australia mengalami kontraksi atau minus 0,3% pada kuartal pertama yang berakhir Maret. Ini merupakan penurunan pertama dalam sembilan tahun.



Sementara secara tahunan, pertumbuhannya hanya 1,4%, yang merupakan pertumbuhan paling lambat sejak krisis keuangan global 2009.

Menurut Reuters, hambatan terbesar pada pertumbuhan kuartal terbaru adalah melemahnya konsumsi rumah tangga. Di mana pengeluaran untuk pakaian, mobil, transportasi, rekreasi, hotel, kafe dan restoran, semuanya lemah.

"Ekonomi Australia yang senilai US$ 2 triliun (US$ 1,39 triliun) menghadapi kontraksi terburuk sejak Depresi Hebat (Great Depression) pada kuartal saat ini.

"Kontraksi dua kuartal berturut-turut berarti Australia akan mengalami resesi teknis pertamanya sejak awal 1990-an," tulis Reuters.

Sebelumnya, wabah COVID-19 telah sangat mengganggu ekonomi Australia. Pesatnya penyebaran wabah di negara itu membuat pemerintah terpaksa melakukan penguncian (lockdown) dan membatasi pertemuan besar untuk menekan penyebaran.




Menurut Worldometers, saat ini Australia memiliki 7.229 kasus corona dengan 102 kematian dan 6.636 sembuh.

Sebelumnya untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah asal Wuhan, China itu, bank sentral Australia telah memangkas tingkat kas ke rekor terendah 0,25% dan meluncurkan program pembelian obligasi tanpa batas.

Sebelum COVID-19 mengganggu, ekonomi Australia telah cukup banyak mendapat tekanan. Bahkan menurut data, ekonominya masih berjuang pulih dari dampak kebakaran dahsyat yang melanda negara itu beberapa waktu lalu, perlambatan dalam pariwisata dan melemahnya permintaan domestik.

[Gambas:Video CNBC]




(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading