Kapal Selam RI yang Bikin Geger ASEAN Diinisiasi SBY?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
31 August 2020 10:44
Kapal Selam buatan RI. (Dok: PT PAL)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama BUMN perkapalan PT PAL Indonesia (Persero) lagi naik daun. Keberhasilan pembangunan Kapal Selam Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.

Kapal Selam Alugoro yang dibuat PAL Indonesia ini bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), dan sukses menapaki keberhasilan beberapa uji coba pembuatan kapal selam.

Bahkan pada Juli 2020, Kapal Selam Alugoro sukses menyelesaikan pengerjaan drydocking di Graving Dock Irian PAL Indonesia. Selanjutnya setelah proses suplai logistik di Dermaga Kapal Selam PAL Indonesia, Kasel Alugoro sempat bertolak menyusuri Selat Madura, Laut Jawa, dan sempat menuju perairan Banyuwangi untuk menjalani fase lanjutan Sea Acceptance Test (SAT).

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Kapal Selam PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro menjelaskan Kapal Selam Alugoro sempat menjalani drydocking selama 7 hari untuk pembersihan badan bawah garis air.

Dengan kondisi yang bersih diharapkan dicapai hasil yang optimal untuk pelaksanaan fase lanjutan SAT yang salah satunya adalah pelaksanaan Indiscretion Rate (IR). Kecepatan drydocking Kasel Alugoro tercapai berkat efisiensi pada pemakaian ulang fasilitas dock block yang sebelumnya dipergunakan docking Kasel Nagapasa Class.

Kapal Selam Alugoro, sebagai kapal selam pertama karya anak bangsa, merupakan kapal ketiga dari kontrak pengadaan Kapal Selam Batch 1 yang di bangun secara joint section di PAL Indonesia dan mendapatkan predikat zero defect pengelasan alias tanpa cacat.

Tidak main-main, predikat zero defect diakui langsung oleh timdari DSME Korea Selatan. Predikat tersebut berdasarkan pada laporan pengetesan radiografi atau yang biasa dikenal dengan X-Ray yang meliputi pengetesan untuk mencari cacat las sebagai berikut: crack, under cut, root concavity, excessive penetration, dan burn through.

Terlebih kesuksesan zero defect didapatkan pada proses pengelasan material yang sangat khusus yakni HY-80.



Sebelumnya pada 4 Maret 2020, Kapal selam Alugoro telah berhasil menjalani tahapan uji Tactical Diving Depth (TDD) hingga kedalaman 310,8 meter di Perairan Utara Pulau Bali.

TDD adalah tes kedalaman taktis bagi sebuah Kapal Selam pada kedalaman di bawah layer laut yang sulit dideteksi kapal atas air, TDD merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Kapal Selam Alugoro.

Namun, siapa sangka keberadaan kapal selam yang membuat geger negara kawasan ini merupakan inisiasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, kapal selam ini merupakan satu dari tiga pengembangan kapal selam dengan perjanjian transfer teknologi dengan DSME yang diteken pada 2011. Pemerintahan SBY kala itu mengkonfirmasi pembeliannya pada 2014.

Sebelumnya di era pemerintahan SBY, Indonesia telah membeli dua kapal selam buatan Korea Selatan ini. Adapun kedua kapal tersebut adalah KRI Nagasapa 403 dan KRI Ardadedali-404. Sementara itu satu kapal selam lainnya diproduksi di galangan milik PT PAL.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari detik.com, Menteri Pertahanan pada era Presiden SBY, yaitu Purnomo Yusgiantoro, mengungkapkan, TNI AL membutuhkan 12 kapal selam baru untuk memenuhi standar Minimum Essential Force (MEF) pertahanan Indonesia.

Oleh karena itu, TNI AL melalui Kementerian Pertahanan membeli 3 kapal selam dari Daewoo Shipbuilding Marine Engineering. Sebanyak 2 kapal selam akan diproduksi di Korea Selatan (Korsel) dan 1 unit akan diproduksi di Galangan Kapal PT PAL (Persero), Surabaya, Jawa Timur

Kapal ini ditargetkan tiba ke Tanah Air secara bertahap paling cepat tahun 2016 dan 2017. Sedangkan 10 unit dikembangkan dan diproduksi oleh PT PAL.

"Pembuatan 10 kapal selam ini memungkinkan dibuat di Indonesia," kata Purnomo.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading