Vaksin Covid-19 Cuma Kuat 2 Tahun, Siap-Siap Sering Disuntik!

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
27 August 2020 19:02
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menjelaskan skenario penyuntikan vaksin Covid-19 yang akan dilakukan di Indonesia. Skenario ini mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk mengenai daya tahan atau batas masa khasiat vaksinĀ covid-19 yang ada di Indonesia.

"Vaksin disuntikkan apakah sekali setiap 6 bulan, atau setahun, atau berapa. Jadi informasinya ini tahan antara 6 bulan sampai 2 tahun, jadi apakah 6 bulan atau 2 tahun kami belum clear," kata Terawan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (27/8/20).

Pihaknya masih menunggu kepastian mengenai hasil pengujian tahap 3 yang juga akan menentukan jangka kekebalan manusia setelah disuntik vaksin.


"Jadi kalau 6 bulan seperti yang dikatakan, ya berarti tiap 6 bulan disuntik. Kalau 2 tahun ya berarti tiap 2 tahun disuntik. Kalau 1 tahun berarti setahun sekali disuntik," imbuh Terawan.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah mengenai anggaran penyuntikan. Menurutnya, intensitas penyuntikan pasti berdampak pada besarnya anggaran yang harus disiapkan.

"Ini juga akan menimbulkan impact-nya ke penganggaran. Karena itu akan kami bicarakan detail. Ini kan belum final, nanti setelah satgas resmi kami akan diskusi intens. Dan Kemenkes pasti akan berikan masukan-masukan yang rasional untuk terutama pengalaman dalam program vaksinasi," urainya.

Tahapan mengenai orang-orang yang akan diprioritaskan untuk disuntik lebih dulu juga tengah digodok. Jika tidak ada perencanaan yang tepat mengenai hal ini, Terawan khawatir akan terjadi kekacauan.

"Bayangin kita misalnya hanya mau merencanakan, kebetulan baru ada 25 juta atau 20 juta. Itu kan berarti rakyat kita berapa juta, siapa yang harus didahulukan, apa alasannya dan sebagainya harus kami bisa membuat reason yang tepat benar agar tidak chaos. Dan berapa juta per hari bisa kita lakukan itu harus diukur, kami harus detil, karena juga menyangkut impact politik, karena tidak bisa semua dalam sehari divaksinasi," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading