BI Sebut Inflasi 2020 di Bawah 2%, Daya Beli Hancur?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
19 August 2020 19:30
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan Keterangan Pers Mengenai Burden Sharing Antara Pemerintah dan Bank Indonesia (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada akhir tahun 2020 akan berada pada level rendah atau di bawah batas sasaran inflasi 2%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, permintaan domestik yang masih lemah, membuat inflasi pada akhir tahun 2020 akan berada pada kisaran di bawah 2%.

"Inflasi akhir tahun ini Insya Allah rendah, bahkan di batas bawah kisaran sasaran, sasaran 2% hingga 4%. Tahun ini kan mengarah ke batas bawah yaitu 2%," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/8/2020).

Perry merinci, pada Juli 2020, Indeks Harga Konsumen (IHK) terjadi deflasi 0,10% secara bulanan (month to month/mtm), sehingga inflasi IHK sampai Juli 2020 tercatat sebesar 0,98% secara tahun berjalan (year to date).

Secara tahunan, inflasi IHK tercatat rendah yakni 1,54% secara tahunan (year on year/yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi pada Juni 2020 yang sebesar 1,95% (yoy).

"Rendahnya inflasi dipengaruhi oleh lemahnya permintaan domestik akibat pandemi covid-19," jelas Perry.

Rendahnya inflasi tercatat pada inflasi inti dan komponen lainnya. Inflasi kelompok volatile food secara tahunan menurun didukung pasokan yang memadai dari panen raya, distribusi di berbagai daerah yang terjaga, dan harga komoditas pangan global yang rendah.

Sementara, inflasi kelompok administered prices tetap rendah akibat permintaan yang tidak kuat, meskipun sedikit meningkat, terutama didorong kenaikan tarif angkutan antarkota dan kendaraan roda empat daring, serta harga jual aneka rokok.

"Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dalam sasarannya sebesar 3,0% ± 1% pada 2020 dan 2021," jelas Perry.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading