Internasional

Awas Perang, AS Jual 66 Jet Tempur F-16 ke Taiwan

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
18 August 2020 14:13
Lockheed Martin saat berpartisipasi di Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC IndonesiaAmerika Serikat (AS) telah menyelesaikan kesepakatan penjualan pesawat tempur dan senjata ke Taiwan. Ini terjadi di tengah ketegangan yang sedang terjadi antara AS dengan China, yang mengklaim Taiwan sebagai provinsinya.

Menurut pengumuman  Kementerian Pertahanan AS, Taiwan akan menerima 66 pesawat tempur F-16 baru buatan Amerika dalam beberapa tahun ke depan. Transaksi itu sendiri merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan kedua pihak.

"Angkatan Udara AS memberikan kontrak kepada perusahaan Lockheed Martin, pembuat F-16, untuk [memproduksi] 90 pesawat sebagai bagian dari penjualan militer asing AS," tulis Departemen Pertahanan AS dikutip CNN International dari websitenya, Selasa (18/8/2020).


Dalam pernyataan itu tidak ada nama negara atau pelanggan yang disebutkan. Tetapi sumber dari Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi bahwa pesanan dari Taiwan yang disetujui oleh pemerintahan Presiden Donald Trump setahun yang lalu, adalah bagian dari kesepakatan tersebut.

"24 pesawat lainnya diperkirakan akan dikirim ke Maroko. Pengiriman akhir diharapkan pada tahun 2026," kata sumber itu.

Pesawat tempur F-16 baru dikenal juga sebagai F-16V atau Viper. Pesawat akan dibuat di pabrik Lockheed Martin di Greenville, Carolina Selatan, dan Fort Worth, Texas.

Pesawat itu akan menjadi model terbaru dari pesawat bermesin tunggal yang pertama kali terbang bersama Angkatan Udara AS pada akhir 1970-an. Saat ini Taiwan memiliki sekitar 140 unit pesawat tempur.

Pengumuman kesepakatan itu dikeluarkan di tengah panasnya hubungan AS-China atas berbagai hal, termasuk Taiwan. Pengumuman itu juga terjadi setelah negara yang dihuni sekitar 24 juta orang penduduk itu mendapat kunjungan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar minggu lalu.

Kunjungan tersebut juga telah menuai kritik keras dari China. China bahkan memerintahkan pesawat militernya berpatroli melewati titik median di Selat Taiwan saat kunjungan itu terjadi. 


Ini merupakan kali ketiga sejak 1999 pesawat-pesawat tempur China dengan sengaja melewati jalur itu, menurut laporan pemerintah Taiwan dan AS. Tak lama berselang, militer China juga melakukan latihan militer di ujung utara dan selatan Selat Taiwan.

"Latihan tersebut adalah langkah penting untuk menanggapi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan dan dimaksudkan untuk menjaga kedaulatan nasional," kata juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Kolonel Senior Zhang Chunhui.


[Gambas:Video CNBC]

(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading