Bikin China Makin Panas, Pejabat AS Blusukan ke Taiwan

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
09 August 2020 15:55
Infografis: Ini Daftar

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS), Alex Azar sedang dalam perjalanan ke Taiwan untuk melakukan kunjungan. Dalam kunjungan itu, ia disebut akan mempelajari cara sukses Taiwan dalam menangani wabah virus corona (COVID-19).

Kunjungan itu sendiri dilakukan di tengah memanasnya hubungan AS dengan China, yang telah mengklaim Taiwan sebagai salah satu provinsinya.

Menurut Institut Amerika di Taiwan, kedutaan de facto AS di Taipei, Azar akan menjadi pejabat AS tingkat tertinggi yang akan melakukan kunjungan, berdasarkan perintah suksesi presiden, sejak Amerika Serikat memutuskan hubungan dan mengakui Beijing pada 1979.


Menanggapi kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang juga sering mengecam China seperti Presiden Donald Trump, mengatakan kunjungan tersebut merupakan hal yang konsisten dengan kebijakan di masa sebelumnya.

"Anggota kabinet telah melakukan perjalanan ke Taiwan sebelumnya. Ini konsisten dengan kebijakan di masa sebelumnya," kata Pompeo kepada wartawan, sebagaimana dilaporkan AFP.

"Dia akan pergi ke sana dan berbicara dengan mereka tentang masalah kesehatan masyarakat termasuk pencarian vaksin," tambah Pompeo.

Meski kunjungan ke Taiwan itu dilakukan dengan tujuan membahas masalah kesehatan, namun para ahli mengatakan bahwa pemerintahan Trump menyadari risiko nyata jika ketegangan meningkat di Taiwan, salah satu masalah paling sensitif bagi kepemimpinan komunis China.

China menganggap Taiwan, tempat para nasionalis yang kalah di daratan utama melarikan diri pada tahun 1949, sebagai provinsi yang akan dijadikannya sebagai miliknya kembali.

Risiko itu pun makin tinggi karena Azar melakukan perjalanan pada saat hubungan antara AS-China mencapai titik terendah baru.

Namun demikian, AS masih memperhatikan seruan China agar pejabat AS yang menangani masalah keamanan nasional tidak mengunjungi Taiwan, kata Douglas Paal, pimpinan Institut Amerika di Taiwan selama masa kepresidenan George W. Bush.

"Mengirimnya ke Taiwan menunjukkan rasa hormat terhadap kerangka kerja lama tapi juga memancing amarah China pada saat yang sama," kata Paal.

"Fakta bahwa mereka tidak memilih untuk mengirim penasihat keamanan nasional atau orang lain menunjukkan bahwa mereka mencoba sedekat mungkin dengan garis merah China tetapi tidak ingin melewatinya."

Sebagai informasi, AS-China sedang terlibat perselisihan dalam banyak hal. Mulai dari masalah perdagangan, soal demokrasi Hong Kong dan dugaan penganiayaan Muslim Uighur, hingga masalah Laut China Selatan dan COVID-19.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading