Kunjungi 4 Kota, Bos OJK Pantau Pemulihan Ekonomi Nasional

News - dob, CNBC Indonesia
13 August 2020 09:52
Dok: OJK

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso melakukan kunjungan ke daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat selama seminggu terakhir. Wimboh mengunjungi Tegal, Semarang, Solo, dan terakhir Bandung pada Minggu (9/8) lalu.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan mendengarkan secara langsung progres serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan baik perbankan maupun pelaku usaha, terkait dengan implementasi kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan OJK dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN), baik melalui program restrukturisasi kredit, penempatan uang negara pada perbankan, maupun subsidi bunga bagi UMKM.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat restrukturisasi kredit perbankan di Jawa Tengah hingga 22 Juli 2020 mencapai Rp 56,64 triliun. Angka itu berasal dari 1,13 juta debitur atau sekitar 93,74% dari nasabah yang terdampak pandemi Covid-19. Nilai tersebut sebagai besar berasal dari restrukturisasi kredit UMKM yang mencapai Rp 49.93 triliun yang berasal dari 1,11 juta debitur, atau 98,39% total debitur yang direstrukturisasi.


Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, saat menggelar pertemuan dengan berbagai perwakilan usaha di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2020).

"Sementara untuk perusahaan pembiayaan, secara nasional per 28 Juli restrukturisasi yang telah dilakukan mencapai Rp 151,01 triliun dari 4 jutaan debitur. Sedangkan di Jateng per 22 Juli 2020 tercatat 95 perusahaan pembiayaan telah melakukan restrukturisasi pinjaman. Restrukturisasinya mencapai Rp 12,91 triliun dari 400.180 debitur," jelas Wimboh saat menggelar kunjungan di Kota Semarang, Jateng, Rabu (5/8/2020).

Dok: OJKFoto: Pertemuan Ketua Dewan Komisioner OJK dengan perbankan, para pelaku usaha, asosiasi di Kantor OJK Solo, Minggu (2/8). (Dok: OJK)

Dalam pertemuan sebelumnya dengan Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi, IJK, Kadin dan lainnya di Kota Tegal, serta Wakil Walikota Surakarta David R Wijaya, perbankan, para pelaku usaha, asosiasi di Kota Solo, Minggu (2/8), Wimboh menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, IJK, dan faktor pendukung lainnya yang saling bersinergi dan berkolaborasi menumbuhkan perekonomian nasional di daerah.


Ia mengatakan, sudah banyak insentif yang diberikan, selanjutnya diharapkan perbankan segera menghubungi nasabah-nasabahnya yang potensial yang telah direstrukturisasi. "Mereka silahkan diajak bicara dan bangkit lagi dengan pemberian modal kerja," ucapnya.

Dok: OJKFoto: Pertemuan antara Ketua Dewan Komisioner OJK bersama Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, IJK, Kadin dan lainnya membahas pertumbuhan ekonomi nasional di daerah, Minggu (2/8/2020). (Dok: OJK)

Beberapa insentif yang diberikan di sektor UMKM, seperti bentuk subsidi bunga, subsidi penjaminan dan bantuan sosial produktif. Misalnya, kredit usaha rakyat (KUR) dan UMKM dengan plafon maksimum Rp 500 juta diberikan subsidi bunga 6% untuk tiga bulan pertama dan 3% untuk tiga bulan kedua. Kemudian, tambahan kredit modal kerja diberikan subsidi penjaminan oleh pemerintah melalui Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Bantuan sosial produktif pun diberikan bagi nasabah dan UMKM skala kecil.

Dok: OJKFoto: Pertemuan Ketua Dewan Komisioner OJK dengan perbankan, para pelaku usaha, asosiasi di Kantor OJK Solo, Minggu (2/8). (Dok: OJK)


"Kita sekarang sedang menggarap bagaimana meningkatkan sektor korporasi yaitu manufaktur. Pemerintah sudah memberikan berbagai insentif di antaranya penjaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi. Kalau yang padat karya sharing dari pemerintah sebesar 60% dijamin, kalau nonpadat karya 50%," ucap Wimboh.

Sementara itu dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil pada Minggu (9/8) Wimboh menyampaikan berbagai insentif pemerintah untuk menggerakkan sektor manufaktur di tengah pandemi. Salah satunya, jaminan tambahan modal kerja untuk kredit korporasi.

Wimboh berharap Jabar menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Apalagi, Jabar memiliki skala ekonomi yang besar.

"Kami sangat berharap Jabar menjadi motor penggerak recovery atau pemulihan ekonomi karena Jabar ini skala ekonominya besar, dari angka-angka yang ada pertumbuhan kreditnya pun di atas 5% dari rata-rata nasional. Bahkan sampai akhir tahun ini bisa meningkat lagi. Sumber pertumbuhan ekonominya banyak sekali, terutama sektor UMKM atau konsumsi," ucapnya.

Dalam pertemuan itu Ridwan Kamil berharap pemerintah pusat melalui OJK memberikan masukan agar industri manufaktur Jabar dapat pulih dan menggerakkan ekonomi nasional.

"Kami mohon OJK memberikan input bagaimana mendorong industri manufaktur yang sedang mogok ini naik seperti mesin kecil yang sudah bagus. Semoga dalam seminggu ada rekomendasi atau kebijakan dari OJK," kata Emil.

Menurut Emil, dalam pertemuan dengan OJK, muncul sebuah gagasan bahwa untuk memulihkan sektor manufaktur. Pemerintah akan berupaya membeli komoditas industri manufaktur. Sebab, di tengah pandemi Covid-19, ekspor terhambat.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading