Duh! Kok Bisa Jouska Akses Akun Klien, Sekuritas Ini Terseret

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 August 2020 12:33
ilustrasi Jouska

Jakarta, CNBC Indonesia - Buntut kasus investasi PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska kini menyeret PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai perusahaan efek yang bekerjasama dengan perusahaan perencana keuangan tersebut.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan sudah memanggil Phillip Sekuritas dan melakukan pemeriksaan.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyatakan, sampai saat ini otoritas bursa masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut perihal keterlibatan Phillip Sekuritas di kasus Jouska.


"Kami sudah memanggil sekuritas terkait dan sampai sekarang proses pemeriksaan masih berjalan. Akan kami koordinasikan juga dengan OJK," katanya kepada awak media, Selasa (11/8/2020).

Hanya saja, kata Laksono, BEI belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan atas Phillip Sekuritas.

"Nanti akan diumumkan pada waktunya. Proses ini tidak terbuka untuk publik," jelas Laksono.

Sebelumnya, Muhammad Abdurrahman Khalish, salah seorang klien Jouska, menyampaikan keanehan yang dialaminya terkait transaksi saham Phillip.

"Saya kehilangan uang puluhan juta karena financial advisory yang serampangan dari Jouska," kata Khalish, saat berbincang dengan CNBC Indonesia melalui layanan pesan singkat, Senin (20/7/2020).

Awalnya, Khalish membuka Rekening Dana Nasabah (RDI) di perusahaan efek Philips Sekuritas lewat Jouska dan mendapatkan aplikasi online trading POEMS. Lalu Khalish menempatkan dana pada RDI yang sudah dibuat tersebut.

Kejanggalan mulai muncul, cerita Khalish, karena pihak Jouska bisa melakukan transaksi.

"Saya tidak memberikan login, tetapi Jouska mampu melakukan transaksi jual dan beli di akun tersebut," kata Khalish.

CNBC Indonesia sudah berupaya mengonfirmasi mengenai keterlibatan Phillip Sekuritas di kasus Jouska kepada Presiden Direktur Phillip Sekuritas, Daniel Tedja. Namun, hingga berita ini diturunkan, konfirmasi yang dilayangkan belum mendapat tanggapan.

Sebagai informasi, situs resmi Phillip mencatat, Phillip Capital hadir di Indonesia sejak tahun 1994 dengan menjadi mayoritas pemegang saham PT Philindo Santana Perkasa. Dalam perkembangannya, PT Philindo Santana Perkasa resmi berganti nama menjadi Phillip Securities Indonesia pada tahun 2003.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan saat ini operasional Jouska tidak memiliki izin sebagai perusahaan yang beroperasi di bidang pasar modal.

Namun regulator pasar modal ini telah memberikan pembinaan kepada perusahaan tersebut, kendati Jouska tidak berada di bawah pengawasan OJK.

Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, pembinaan ini dilakukan OJK sebagai bentuk antisipasi perlindungan investor. Sembari proses pendalaman kasus ini terus berjalan di Satgas Waspada Investasi (SWI) setelah operasi Jouska dihentikan beberapa waktu lalu setelah sejumlah klien melaporkan kerugian investasi.

"Sudah dilakukan pembinaan karena di luar pasar modal meski yang bersangkutan sudah dipanggil SWI. Di level nasional ada SWI, gabungan lembaga penegak hukum, otoritas-otoritas 20-30 lembaga, sekretariatnya di OJK. Dibangun beberapa tahun lalu untuk memerangi investasi ilegal. Ini kategori ini karena belum ada izin apapun dari OJK, apalagi di pasar modal," kata Hoesen, Senin (10/8/2020).

Kasus Jouska merebak belakangan ini usai terungkapnya nasabah yang melaporkan kerugian investasi, salah satunya melalui penempatan investasi Jouska di saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK).

Sebagai informasi, Phillip Sekuritas adalah penjamin emisi dari proses penawaran umum (IPO) LUCK.

Sebelumnya, SWI juga menduga ada penyalahgunaan kegiatan yang dilakukan oleh Jouska, di mana kegiatan yang dilakukan tidak hanya menjadi penasihat keuangan, tapi lebih dari itu.

"Kalau kami lihat pengaduan dari masyarakat memang ada kecenderungan diduga Jouska ini juga selain memberikan nasihat-nasihat mengenai keuangan atau investasi juga melakukan eksekusi atau pengelola dana nasabah dan ini yang perlu kami cek kembali," ujar Ketua SWI Tongam L Tobing beberapa waktu lalu.

Nasabah Jouska lain yang menjadi korban yakni, Randy Danistha, personel band Nidji. Dia menjadi salah satu yang mengalami kerugian sampai Rp 178 juta akibat penempatan investasi Jouska di saham LUCK.

Parahnya lagi, Jouska bahkan sempat menyarankan Randy untuk menjual aset rumah dan membeli kembali saham LUCK sebagaimana yang disampaikan dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.

CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno sebelumnya sudah meminta maaf kembali kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan.

Dalam keterangan pers, Senin (3/8/2020) Aakar mengaku sama sekali tak menduga adanya polemik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia pun menyampaikan pertanggungjawaban penyelesaian masalahatas kerugian portfolio investasi saham yang dialami para klien Jouska.

Secara garis besar dalam surat tersebut, Aakar memohon kebijaksanaan para klien untuk dapat memberikan waktu selambat-lambatnya hingga tanggal 1 September 2020 untuk dapat menyusun dan kemudian menyampaikan strategi terkait pelunasan klaim ganti rugi yang diderita para klien melalui surat perdamaian yang akan disampaikan dan disepakati dengan masing-masing klien.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading