Internasional

Ledakan Bak Bom Guncang Beirut, PM Lebanon Hassan Diab Mundur

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
11 August 2020 08:04
Kondisi terkini setelah ledakan di Beirut, Lebanon. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia- Perdana Menteri Lebanon mengumumkan pengunduran diri pemerintahnya Senin (10/8/2020). Ia mundur pascaledakan hebat terjadi 4 Agustus di Beirut, yang memicu kemarahan dan demonstrasi besar warga.

"Hari ini kami mendengarkan rakyat dan tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban atas bencana yang telah disembunyikan selama tujuh tahun," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, dikutip dari AFP, Selasa (11/8/2020).

"Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintah."

FILE - In this March. 7, 2020 file photo released by the Lebanese Government, Lebanese Prime Minister Hassan Diab, gives a speech at the Government House in Beirut, Lebanon. In a brief televised speech, Monday, Aug. 10, 2020, Diab said he is stepping down from his job in the wake of the Beirut port explosion last week that triggered public fury and mass protests. (Dalati Nohra/Lebanese Government via AP, File )Foto: Hassan Diab (AP/Dalati Nohra)
FILE - In this March. 7, 2020 file photo released by the Lebanese Government, Lebanese Prime Minister Hassan Diab, gives a speech at the Government House in Beirut, Lebanon. In a brief televised speech, Monday, Aug. 10, 2020, Diab said he is stepping down from his job in the wake of the Beirut port explosion last week that triggered public fury and mass protests. (Dalati Nohra/Lebanese Government via AP, File )


Ia pun mengakui korupsi telah menciptakan tragedi ledakan di Beirut. Menurutnya korupsi menahun jadi penghadang perubahan.

"Korupsi mereka menciptakan tragedi ini. Di antara kami dan perubahan, berdiri tembok tebal yang dilindungi oleh taktik kotor mereka (koruptor)," ujarnya.

Diab diangkat sebagai PM pada Desember. Ia adalah PM Lebanon kedua yang mengundurkan diri dalam 10 bulan.

Pemerintahannya dibentuk pada Januari. Kala itu, ia berjanji untuk mengatasi krisis ekonomi yang terus meningkat.

Empat menteri juga telah memutuskan mundur. Ini juga diikuti sembilan anggota parlemen.

"Seluruh rezim perlu diubah. Tidak akan ada bedanya jika ada pemerintahan baru, "kata Joe Haddad, seorang insinyur Beirut, mengatakan kepada Reuters.

"Kami membutuhkan pemilihan yang cepat."

Sebelumnya, ledakan hebat yang terjadi pekan lalu menewaskan 160 orang dan melukai 6.000 lainnya. Ledakan bak gempa magnitudo 3,2 memporak-porandakan Beirut.

Pihak berwenang mengatakan ledakan dipicu kebakaran di gudang pelabuhan di mana berton-ton amonium nitrat yang mudah menguap dibiarkan tanpa jaminan selama bertahun-tahun. Banyak orang Lebanon menganggap tragedi sebagai bukti dari kebusukan sistem politik mereka.

Bagi banyak orang Lebanon, ledakan itu adalah pukulan terakhir dalam krisis berkepanjangan atas keruntuhan ekonomi, korupsi, pemborosan, dan pemerintahan yang tidak berfungsi. Sebelumnya Lebanon juga porakporanda akibat perang saudara dari 1975 hingga 1990.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

#PrayForLebanon: Ekonomi Menderita, Ada Ledakan Pula...


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading