Please, Jangan Generalisasi Biodiesel Merusak Mesin Kendaraan

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
06 August 2020 13:28
Menteri ESDM Ignasius Jonan melepas road test B30 di gedung KESDM, Jakarta, Kamis (13/6). B30 akan menggantikan pemakaian BBM impor sebesar 55 juta barel. B30 akan menggantikan pemakaian BBM impor sebesar 55 juta barel. Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, me-launching Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel. Launching Road Test B30 ditandai dengan pelepasan keberangkatan 3 unit truk dan 8 unit kendaraan penumpang berbahan bakar B30 yang masing-masing akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan biodiesel, termasuk B30, untuk bahan bakar kendaraan masih menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Ada stigma kalau biodiesel bisa menimbulkan gangguan pada mesin kendaraan, bahkan bisa berdampak pada kerusakan kendaraan.

Menanggapi hal ini, Deputi CEO PT Kilang Pertamina Internasional Budi Santoso Syarif mengatakan, sebelum peluncuran B30, sudah dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba dilakukan bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Lemigas, dan lainnya.

Ia menyebut uji coba dilakukan dengan jarak tempuh 40.000 km menggunakan bahan bakar B30. Namun, pada saat sudah menempuh jarak 30.000 km dan dilakukan pengecekan tehadap mesin, tidak ada perubahan yang signifikan. Sehingga saat rapat disepakati B30 sudah siap.

"Itu uji coba diperuntukkan kepada masyarakat agar tidak ragu-ragu lagi," kata Budi dalam acara Exclusive Interview oleh CNBC Indonesia, Kamis (30/07/2020).



Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Parulian Tumanggor mencoba meyakinkan masyarakat agar tidak perlu khawatir. Sebab, selama ini masyarakat sudah terbiasa menggunakan produk dari biodiesel, bahkan sejak tahun-tahun sebelumnya.

"Saya ingin sampaikan banyak masyarakat sekitar tanpa sadar sejak tahun 2015 dia udah gunakan biodiesel, nggak sadar. Kan isi ke pom bensin solar, padahal solar sudah biodiesel. Mulai 2015 sudah B10, B20, B30," ujar Parulian.

Setelah B30, pemerintah bersiap melangkah ke B40. Pemerintah menegaskan tetap berkomitmen melanjutkan program itu meski sedang dalam situasi pandemi Covid-19.

Pasalnya, kebijakan ini menyangkut belasan juta petani sawit yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini. Hal tersebut disampaikan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Perlu komitmen seluruh stakeholder, hingga Pertamina dan produsen migas lainnya. Dan tak lupa untuk petani sawit yang jumlahnya 17 juta, yang menggantungkan pada industri sawit ini. Kita harus bahu membantu proyek ini. Ngga cuma bermanfaat secara ekonomi, tapi bermanfaat luas," kata Airlangga.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading