Dihantam Covid-19, Ekonomi Kanada Diprediksi Jatuh 12%

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
31 July 2020 21:05
A sign directing vehicles to the exit for the

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Kanada diprediksi akan menyentuh minus 12% pada kuartal II-2020 akibat kebijakan lockdown secara besar-besaran setelah virus corona (Covid-19) mewabah. 

Prediksi tersebut disampaikan oleh Badan Statistik Kanada pada Jumat (31/7) seperti dikutip dari Reuters.

Meski demikian, ekonomi Kanada tumbuh 4,5% secara bulanan pada Mei, ketika bisnis di seluruh dunia kembali dibuka setelah ditutup akibat virus corona. Sektor penghasil barang mencatat kenaikan 8,0%, sedangkan sektor penghasil layanan tumbuh 3,4%. Tujuh belas dari 20 sektor industri mencatat kenaikan di bulan Mei, kata StatsCan.


Meski mengalami pertumbuhan, industri penerbangan Kanada tercatat mengalami penurunan. Kali ini maskapai Air Canada melaporkan kerugian bersih untuk kuartal kedua.

Maskapai terbesar di Kanada ini mengalami kerugian 1,75 miliar dolar Kanada (Rp 19,1 triliun, asumsi Rp 10.783/dolar Kanada) atau 6,44 dolar Kanada per saham pada kuartal yang berakhir 30 Juni kemarin.

Total pendapatan juga anjlok 89%, menjadi 527 juta dolar Kanada. Padahal tahun lalu, Air Canada berhasil mendapatkan laba 343 juta dolar Kanada atau 1,26 juta dolar Kanada.

Sebelum Air Canada, maskapai lainnya juga mengalami kerugian pada kuartal kedua akibat hantaman pandemi Covid-19. Maskapai United Airlines kehilangan US$ 1,63 miliar atau Rp 23,4 Triliun (asumsi Rp 14.683/US$) selama kuartal kedua.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading