Dihantam Corona, Maskapai Air Canada Rugi Rp 19,1 T

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
31 July 2020 18:55
air canada. (Dok: air canada.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi global virus corona (Covid-19) kembali memakan korban dalam industri penerbangan. Kali ini maskapai Air Canada melaporkan kerugian bersih untuk kuartal kedua pada Jumat (31/7/2020).

Maskapai terbesar di Kanada ini mengalami kerugian 1,75 miliar dolar Kanada (Rp 19,1 triliun, asumsi Rp 10.783/dolar Kanada) atau 6,44 dolar Kanada per saham pada kuartal yang berakhir 30 Juni kemarin.

Total pendapatan juga anjlok 89%, menjadi 527 juta dolar Kanada. Padahal tahun lalu, Air Canada berhasil mendapatkan laba 343 juta dolar Kanada atau 1,26 juta dolar Kanada.


Sebelum Air Canada, maskapai lainnya juga mengalami kerugian pada kuartal kedua akibat hantaman pandemi Covid-19. Maskapai United Airlines kehilangan US$ 1,63 miliar atau Rp 23,4 Triliun (asumsi Rp 14.683/US$) selama kuartal kedua.

Padahal pada kuartal yang sama tahun lalu, perusahaan penerbangan asal Amerika Serikat ini berhasil membukukan laba US$ 1,05 miliar (Rp 15,4 triliun).

Pendapatan mereka juga jatuh ke US$ 1,48 miliar selama April hingga Juni, dengan penurunan 87% dari US$ 11,4 miliar di waktu yang sama tahun lalu, mengalahkan perkiraan analis sebesar US$ 1,32 miliar.

Sementara, maskapai penerbangan asal Hong Kong, Cathay Pacific memperkirakan akan menderita kerugian sebesar HK$ 9,9 miliar atau Rp 18,6 triliun (asumsi Rp 1.904/HK$) pada paruh pertama tahun 2020 akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Padahal tahun 2019, maskapai ini mendapatkan laba bersih dengan pemegang saham sebesar HK$ 1,3 miliar untuk periode yang sama. Dalam sebuah pernyataan, Cathay mengatakan jumlah penumpang pada Juni turun 99,1% year-on-year (YoY). Senasib dengan maskapai penerbangan di seluruh dunia, Cathay terus merugi akibat pandemi Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading