Dampak Covid-19, Konsumsi Biodiesel Anjlok 8% di Semester I

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
31 July 2020 16:36
sawit

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus Corona membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) turun, termasuk Biodiesel. Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menyebut sepanjang Semester I tahun 2020 konsumsi Biodiesel turun sebesar 8%.

Ketua Umum Aprobi MP Tumanggor dalam acara Exclusive Interview oleh CNBC Indonesia mengatakan penurunan ini tidak terlalu mengkhawatiran, karena ternyata penggunaan biodiesel untuk logistik masih berjalan.


"Jadi kalau lihat perkembangan konsumsi biodiesel Januari - Juni kegiatan sepertinya terhenti, tanda petik ternyata hanya 8% turun, berarti logistik terus jalan. Memang ada penurunan tapi nggak membahayakan," ucapnya, Kamis, (30/07/2020).

Ia optimis pada Semester II ini konsumsi akan membaik, kemungkinan penurunan hanya tinggal 7% karena ekonomi di daerah berjalan dan logistik berjalan. "Diharapkan Januari temukan vaksin, yaudah selesai, optimislah," tegasnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan serapan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) hanya 8,3 juta kiloliter, lebih rendah dibandingkan proyeksi 9,6 juta kiloliter pada tahun ini.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM F.X. Sutijastoto mengungkapkan ada penurunan penyerapan FAME untuk program B30. Perinciannya 95%, Maret 95%, April 94%, dan Juli 87%.

Penurunan perkiraan serapan ini karena laporan kebutuhan BBM dari Pertamina mengalami penurunan.

"Namun di kepmen (keputusan menteri ESDM) masih gunakan itu. In case ada perubahan mendasar secara aturan sudah berubah 8,3 juta KL," ujar Sutijastoto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (28/07/2020).

Lebih lanjut, Ia mengklaim, konsumsi B30 sudah mulai menunjukkan perbaikan. Hal itu sejalan dengan pembukaan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Dengan ekonomi mulai terbuka, transportasi berkembang, ini yang B30 mulai berkembang lagi kalau dibandinkan dengan Malaysia B20 masih tunda, kita tetep jalan," kata Sutijastoto.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading