Pabrik Nike-Adidas Dihantam PHK Massal, Ini Kabar Terkininya

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 July 2020 18:26
Women work on the production line at Complete Honour Footwear Industrial, a footwear factory owned by a Taiwan company, in Kampong Speu, Cambodia, July 4, 2018. REUTERS/Ann Wang    SEARCH

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri alas kaki atau sepatu sempat dilanda pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan merumahkan karyawan akibat pandemi covid-19 dan strategi perusahaan.

Sampai saat ini kondisi industri alas kaki belum bisa bangkit, sehingga lowongan kerja belum bisa dibuka. Beberapa pabrik pemasok dari buyer nama besar seperti Nike, Adidas memang sempat dilanda PHK massal beberapa waktu lalu.

"Saat ini belum pulih. Masih banyak karyawan yang dirumahkan. Kita belum lihat kembali rekrutmen di industri sepatu yang besar karena situasi masih sangat dinamis. Kita harap semoga pandemi segera berakhir atau landai, sehingga kuartal IV kita bisa bangkit," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Budiarto Tjandra dalam, CNBC Indonesia (Selasa, 28/07/2020).


Kondisi ini akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan sampai permintaan terhadap produk kembali menanjak. Budiarto memperkirakan pada kuartal III atau sampai akhir September mendatang, penyerapan alas kaki di masyarakat masih akan stagnan di domestik maupun ekspor. Harapan meningkat ada pada tiga bulan terakhir di akhir 2020.

"Penurunan secara global turun 25%. Sedangkan di dalam negeri lebih dari 25%. Walau kemarin ritel-ritel tutup dan sekarang mulai buka, konsumsi belum seperti semula. Sebagian yang kita produksi di semester pertama jadi inventori di distributor dan ritel-ritel," ungkapnya.

Sehingga produk yang sudah diproduksi sejak lama sudah bisa mulai terserap padar, maka industri bisa kembali menjalankan produksinya dan menarik kembali karyawan. Apalagi, jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan di sektor ini tidak sedikit, mencapai ratusan ribu orang.

Kasus PHK massal terungkap ke publik yang dilakukan oleh PT Shyang Yao Fun Kota Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal 2.500. Produsen sepatu buyer Nike ini merelokasi pabrik ke Jawa Tengah. Setelah itu, ada PHK massal 4.985 pekerja PT Victory Chingluh Indonesia, selaku produsen buyer Nike dan Adidas.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading