Apa Kabar Proyek Jet Tempur Canggih RI Bareng Korsel?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
13 July 2020 11:52
Model jet tempur IFX/ KFX. (Randy/ detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia menjajaki proyek pembangunan dan produksi pesawat tempur canggih generasi 4.5 yang dinamai proyek Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto mendapat mandat untuk membicarakan kelanjutan proyek ini dengan pihak Korsel.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono buka-bukaan mengenai nasib proyek ini ke depannya. Meski tak secara eksplisit menyebut bahwa proyek ini batal, namun dia menyampaikan bahwa benefit yang didapat Indonesia dalam proyek ini tak terlalu signifikan.

"Gini, KFX itu kan pesawat tempur. Kita ngirim engineer ke Korea. Ini saya mempelajari. Kita mesti spending US$ 2 miliar, lalu ujungnya kita dapat 1 prototipe," ujar Trenggono dalam sebuah wawancara khusus bersama CNBC Indonesia, Jumat (10/7/2020).

Dari prototipe tersebut, nantinya ternyata Indonesia tak memiliki porsi kepemilikan penuh. Bahkan, Indonesia hanya memiliki porsi kepemilikan minoritas, adapun mayoritasnya menjadi milik Korsel.

"Kita punya ownership itu kira-kira cuma 15%. Tapi ada 9 teknologi yang dikuasai Korea, itu kita nggak dikasih, nggak boleh," kata Trenggono.

Belum lagi, ada ketentuan mengenai batas usia bagi para engineer Indonesia yang dikirimkan ke Korsel. Padahal, dari pengiriman engineer ini, pemerintah berharap ke depannya ada transfer teknologi ke tanah air.

"Saya tanya engineer kita dikirim usia berapa sampai berapa. Jadi 35-40. Wah kalau 40 tambah 15 tahun di sana sudah 55. Balik dari sana udah nggak bisa ngapa-ngapain. Kan itu saya ngitung betul," ujar Trenggono.

Di sisi lain, proyek ini juga masih harus membutuhkan infrastruktur tambahan di dalam negeri. Ini berarti ada biaya tambahan yang harus disiapkan, untuk operasional PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang juga dilibatkan dalam proyek ini.

"Infrastruktur di PTDI kan mesti dilengkapi. Dia mesti bikin komposit, teknologi mesti dilengkapi. Kalau dia punya kemampuan knowledge, begitu dia turun sini kan harus bisa membuat kan. Kalau di sini nggak dilengkapi, berarti nggak cukup US$ 2 miliar, ditambahin lagi. Saya nggak tahu berapa miliar dollar yang mesti kita siapkan di sini. China saja bikin J-20 habis ratusan miliar dollar kan," kata Trenggono.



Karena itu, dia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengerjakan proyek yang serba tanggung. Jika proyek ini dilanjutkan, maka harus ada benefit yang benar-benar didapat Indonesia secara berkesinambungan.

"Jadi nggak boleh nanggung-nanggung, kalau kita mau kayak gitu, belajar. US$ 2 miliar jalan, tapi di sini harus disiapkan betul infrastrukturnya. Dan setiap engineer yang disana dia harus transfer ke engineer yang di sini. Terus begitu dong. Harus begitu," urainya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sempat memastikan pembicaraan mengenai proyek kerja sama pembuatan jet tempur KFX/IFX antara pemerintah Korsel dengan pemerintah Indonesia tetap dilanjutkan.

Mahfud sempat bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel Jeong Kyeong-doo di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (12/12/2019). "Pembicaraannya tetap dilanjutkan," kata Mahfud ketika itu.

Ia mengatakan Menhan Korsel sengaja datang ke Indonesia menemui Prabowo. Menurut Mahfud, kunjungan itu bertujuan untuk melanjutkan kerja sama proyek tersebut. Mahfud menyatakan saat ini kedua negara masih dalam proses negosiasi untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Itu sekarang masih sedang dinegosiasi dan dari Indonesia memang yang ditunjuk Pak Prabowo Menteri Pertahanan untuk berbicara antar menteri pertahanan," kata Mahfud kala itu.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading