Perlombaan Vaksin: RI Tes September, Thailand November

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
12 July 2020 15:13
FILE - In this May 25, 2020, file photo, a lab technician extracts a portion of a COVID-19 vaccine candidate during testing at the Chula Vaccine Research Center, run by Chulalongkorn University in Bangkok, Thailand. As the race for a vaccine against the new coronavirus intensifies, many rich countries are rushing to the front of the line by placing advance orders for the inevitably limited supply to guarantee their citizens are immunized first.  (AP Photo/Sakchai Lalit, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perlombaan untuk menemukan vaksin bagi virus corona penyebab penyakit COVID-19 terus dilakukan banyak negara dunia, termasuk Thailand. Peneliti Thailand dikabarkan berencana untuk memulai uji coba vaksin potensialnya ke manusia pada bulan November.

Para peneliti juga sedang mempersiapkan 10.000 dosis dan menargetkan untuk membuat vaksin siap digunakan pada akhir tahun depan, kata seorang pejabat senior, Minggu (12/7/2020).

"Mengikuti hasil yang menguntungkan dalam uji coba pada primata, langkah selanjutnya adalah membuat dosis untuk uji coba manusia," kata Kiat Ruxrungtham, direktur program pengembangan vaksin Universitas Chulalongkorn di Bangkok.


"Awalnya kami ingin siap mengirim vaksin-vaksin itu pada bulan Juni, tetapi tidak mudah untuk merencanakan semuanya," tambah Kiat pada konferensi pers, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kiat mengatakan bahwa uji coba ini tidak akan menerima sukarelawan sampai para peneliti mendapat persetujuan dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan Thailand dan komite etika negara itu.

Kiat juga mengatakan bahwa perusahaan Thailand, BioNet-Asia sedang mempersiapkan fasilitasnya untuk produksi skala besar jika uji coba terbukti berhasil.

"Jika semuanya berjalan sesuai rencana, vaksin akan siap untuk Thailand pada kuartal ketiga atau keempat tahun depan," kata Kiat.

Selain Thailand, Indonesia juga terus membuat kemajuan pada program pengembangan vaksin COVID-19. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan vaksin 'made in' Indonesia akan mulai diuji klinis pada September 2020.

Hal itu disampaikannya karena ada banyak sekali kemajuan yang dibuat perusahaan farmasi Indonesia, termasuk PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dan PT Bio Farma, dalam pengembangan vaksin mereka.

Kalbe Farma saat ini sedang melakukan kerjasama dengan perusahaan obat biologi dari Korea Selatan, Genexine dan di Korea sudah masuk dalam clinical trial atau uji klinis. Rencananya pada September 2020 mendatang, uji klinis juga dilakukan di Indonesia.

"Kalbe Farma bekerja sama dengan salah satu leading institute di Korea yaitu Genexine dan ini sudah masuk fase clinical trial di Korea dan diharapkan September akan masuk clinical trial ke Indonesia," kata Airlangga dalam webinar yang diselenggarakan detikcom, Jumat.

Airlangga berharap uji klinis di Indonesia bisa selesai di tahun 2021, dan kemudian akan segera dilakukan persiapan untuk memproduksi masal vaksin atau biasa dikenal dengan istilah co-production product.

Selain dengan institusi Korea, Bio Farma saat ini juga sedang melakukan uji vaksin dengan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac dan lembaga kesehatan yang didirikan oleh Bill Gates, yakni Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI).

Ada pula Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman yang telah bekerjasama dengan beberapa Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kesehatan dan beberapa universitas di Indonesia, yang juga sedang melakukan uji klinis vaksin, yang ditargetkan akan terlaksana pada 2021-2022.

Untuk mendukung penemuan vaksin, pemerintah telah menyiapkan insentif pajak bagi perusahaan yang secepatnya menemukan vaksin dengan fasilitas pemotongan pajak penghasilan (PPh) hingga 300%.

"Sebelum vaksin atau anti-virus corona lainnya ditemukan, kita harus siap dengan new normal dan selalu waspada dengan covid-19 dan mengambil langkah aman dari covid-19," jelas Airlangga.

"Pemerintah sendiri mengeluarkan super tax deduction yang ini seluruh kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah qualified untuk mendapat 300% pemotongan pajak dan ini yang terkait dengan komersialisasi itu dapat 100% dan pembiayaan 100%."


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading