Redenominasi

US$ 1 Setara Rp 14.350, Mau Ditaruh di Mana Muka Bangsa Ini?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
07 July 2020 11:02
FILE PHOTO: An Indonesia Rupiah note is seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana perubahan harga rupiah alias redenominasi kembali menggema. Wacana yang mulai muncul pada 2010 lalu ini memang belum sempat terealisasi, meski sudah berusia satu dekade. Melalui redenominasi, nominal rupiah disederhanakan dengan 'menyunat' tiga digit angka nol. Jadi Rp 1.000 akan sama dengan Rp 1.

"Bahwa pada saat ini pecahan Rupiah memiliki jumlah digit yang terlalu banyak, sehingga untuk efisiensi transaksi perekonomian dan meningkatkan kredibilitas Rupiah, perlu dilakukan penyederhanaan jumlah digit pada denominasi uang rupiah tanpa mengurangi daya beli, harga, atau nilai tukarnya," sebut konsiderans huruf c RUU Perubahan Harga Rupiah.

Dengan nominal yang sekarang, rupiah adalah mata uang dengan digit terbanyak kedua di Asia, hanya kalah dari dong Vietnam. Saat ini US$ 1 setara dengan Rp 14.350 sementara US$ dihargai VND 23.187.


Kondisi ini memunculkan persepsi bahwa rupiah adalah mata uang 'murahan', tidak ada harganya. Oleh karena itu, redenominasi diyakini dapat mendongkrak kredibilitas mata uang Ibu Pertiwi di percaturan dunia. Akan lebih 'sangar' kalau US$ 1 hanya setara dengan Rp 14 bukan Rp 14.000.

Masyarakat dan dunia usaha pun lebih bisa menyamakan konteks dengan negara lain. Misalnya, rata-rata harga rumah baru di AS pada 2019 adalah US$ 329.750. Kalau dirupiahkan dengan kurs saat ini maka setara dengan Rp 4.731.912.500. Terlalu banyak digit, butuh rupiah yang banyak sekali untuk membeli sebiji rumah di Negeri Paman Sam.

Namun dengan redenominasi, maka harga rumah di AS akan setara dengan Rp 4.731.912,5. Empat juta rupiah, bukan empat miliar rupiah. Lebih nyaman, lebih praktis, dan lebih bermartabat.

Beberapa tahun lalu, kalau Anda ingat, ada sebuah episode menarik di serial animasi Upin & Ipin yang menggambarkan posisi rupiah di hadapan mata uang lain. Susanti, tokoh asal Indonesia, hendak membeli ayam goreng dan menyerahkan uang Rp 10.000.

Mail, si anak Malaysia, kebingungan karena menerima uang begitu banyak. Dikiranya itu uang ringgit Malaysia. Dengan kurs saat ini, MYR 10.000 hampir setara dengan Rp 34 juta...

Namun ibu Mail menjelaskan bahwa itu adalah uang rupiah. Kalau dikonversi ke kurs ringgit saat ini, Rp 10.000 kurang dari MYR 3.

Wow. Bayangkan, Rp 10.000 dihargai tidak sampai MYR 3. Mau ditaruh di mana muka bangsa ini...

Redenominasi Bukan Sanering
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading