Proyek Tol Tanggul Laut Semarang-Demak, Apa Kabarnya?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
01 July 2020 20:00
Tanggul pengaman pantai yang berfungsi untuk mencegah banjir rob di kawasan tersebut bocor karena tingginya volume pasang surut air laut. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Tanggul pengaman pantai yang berfungsi untuk mencegah banjir rob di kawasan tersebut bocor karena tingginya volume pasang surut air laut. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekerjaan konstruksi Tol Semarang-Demak bakal dikebut mulai September 2020 ini. Ruas tol ini dibangun berbasis tanggul laut di tepi pantai.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito menjelaskan bahwa terdapat sejumlah masalah yang membuat proyek ini seakan jalan di tempat.

Tol yang akan membentang sepanjang 27 Km, sekitar 10 Km merupakan porsi yang dibangun pemerintah melalui viability gap fund (VGF). Adapun 16,5 Km merupakan porsi investasi konsorsium Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).


"Permasalahannya mirip dengan yang Tol Serang-Panimbang, kita penunjukan investasinya sudah tapi VGF-nya belum mulai. Kalau punya kita selesai, VGF belum, juga tidak bisa digunakan secara efektif. VGF itu yang laut, yang tanggul," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (1/7/20).

Dia menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi dikerjakan secara simultan bersamaan dengan pembebasan lahan. Sejauh ini progres pembebasan lahan mencapai 9%.

"Target sampai September itu 67%, sehingga kami yakini bahwa September itu sudah mulai ada pergerakan fisik. Sekarang baru preparation," katanya.

Dia juga sempat mengemukakan mengenai nilai ekonomi proyek ini. Dikatakan, dengan adanya tanggungan VGF 10 km, secara ekonomis atau secara bisnis sudah masuk hitungan feasible atau layak.

"Kami tidak bangun di darat, separuh lebih kita bangun di atas laut. Memang belum ada pemanfaatan untuk selain kendaraan, tapi pemanfaatan untuk menanggulangi rob ini saya pikir ada nilai lebih dibandingkan kalau kita bangun tanggul sendiri, bangun tol sendiri. Cuma memang kendalanya adalah biaya yang cukup tinggi, jadi perlu ada support dari pemerintah," katanya.

Tol Semarang-Demak membutuhkan investasi sebesar Rp 15,3 triliun untuk pembangunan ruas sepanjang 27 Km. Jalan tol ini sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut di pantai utara Jawa Tengah, di Semarang dan Demak.

Mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak. Tanggul laut ini berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung.

Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun yaitu SS Kaligawe, SS Terboyo, SS Sayung dan SS Demak. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah menetapkan Konsorsium PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang lelang proyek Tol Semarang-Demak.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Corona RI 5 Juli, Kasus Positif Naik 1.607 Tembus 63.749


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading