Dengan Nada Tinggi, Jokowi Sebut RI Dalam Situasi Krisis

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
29 June 2020 10:03
Jokowi Kunjungan ke Jawa Timur. Dok:  Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata pernah secara tegas membeberkan kejengkelannya kepada jajaran menteri dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Pernyataan Jokowi ini terungkap dalam sebuah video yang dipublikasikan Sekretariat Kepresidenan pada Minggu (28/6/2020). Video berdurasi sekitar 10 menit itu memperlihatkan pidato Jokowi dalam sidang kabinet.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis," tegas Jokowi dengan nada tinggi di depan jajaran menteri, seperti dikutip Senin (29/6/2020).


Jokowi menegaskan bahwa dalam 3 bulan terakhir Indonesia telah mengalami situasi krisis. Dalam kondisi seperti ini, para menteri diharapkan memiliki kepekaan dalam memitigasi dampak yang bisa ditimbulkan.

"Tolong digaris bawahi, dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama," katanya.

Pesan yang disampaikan Jokowi kepada jajarannya cukup berasalan. Pasalnya, kepala negara kala itu baru saja mendapatkan informasi dari sejumlah lembaga internasional tentang proyeksi pertumbuhan ekonomi yang direvisi ke bawah.

"OECD terakhir 1-2 hari lalu menyampaikan bahwa growth pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6, bisa sampai 7,6%. 6-7,6% minusnya," katanya.

"Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5%. Perasaan ini harus sama. KIta harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading